Turnamen Piala Soeratin U17 dan U15 Kembali Digelar Setelah Setahun Vakum
Turnamen ini diikuti oleh sebanyak 15 tim dari kedua kelompok usia, U 17 dan U 15, yang kemudian dibagi ke dalam dua grup.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Turnamen Piala Soeratin U17 dan U15 resmi digelar kembali, Minggu (19/12/2021), setelah vakum selama satu tahun pada 2020 kemarin.
Pembukaan Piala Soeratin yang digelar di Stadion Gelora Handayani, Kabupaten Gunung Kidul menyajikan laga perdana antara kesebelasan Persig Gunung Kidul U17 dan U15 melawan Protaba Bantul U17 dan U15.
Turnamen ini diikuti oleh sebanyak 15 tim dari kedua kelompok usia, U 17 dan U 15, yang kemudian dibagi ke dalam dua grup.
Untuk Grup A dihuni oleh Persig Gunung Kidul, Protaba Bantul, JIF, Mataram Utama, Bina Taruna, Raga Putra Menoreh, dan Gajah Mada FC.
Selanjutnya di Grup B dihuhi oleh PS Tunas Ngaglik, PS Baturetno, Sleman United, Satria Adikarta, Rajawali FC, JK United, dan FC UNY.
Untuk diketahui, Piala Soeratin yang akan digelar hingga partai puncak pada tanggal 16 Januari 2022 mendatang, bakal dihelat di Stadion Gelora Handayani, Stadion Kridosono, dan Stadion Dwi Windu.
"Untuk partai final rencananya kita akan gelar di stadion berbeda, saat ini ada dua opsi di Stadion Mandala Krida atau Sultan Agung. Melihat yang paling memungkinkan di jadwal. Harapannya di Mandala, tapi kalau digunakan entah nanti kita geser hari atau tempatnya," kata Ketua Panitia Pelaksana Piala Soeratin, Heri Santosa, kepada Tribun Jogja, Selasa (21/12/2021).
Untuk tahun ini Piala Soeratin akan digelar dengan sistem home tournament singel round robin, kemudian diambil dua tim peringkat teratas melaju ke babak semifinal yang akan digelar pada 14 Januari 2022.
Selain itu, dikatakan Heri jika pelaksanaan Piala Soeratin tahun ini terpaksa dihelat tanpa kehadiran penonton.
Alasannya tak lain karena harus menerapkan protokol kesehatan ketat di setiap pertandingan.
"Untuk itu kita beri alternatif dengan konsep awal kita akan ditayangkan di YouTube channel PSSI DIY. Nah akan tetapi untuk sementara ini kita cuma punya satu channel, kemungkinan dari sehari ada tiga pertandingan di tiga tempat berbeda, kita akan pilih yang paling memungkinkan. Tidak tiap pertandingan disiarkan langsung. Tapi harapannya ingin kita siarkan, tapi kalau memang suatu hal tidak memungkinkan kita pilih di satu tempat," beber Heri.
Lantas dengan kembali digelarnya Piala Soeratin diharapkan dapat menjadi ajang pencarian bakat pesepakbola muda di DIY, untuk ke depannya dapat berkontribusi bagi komposisi pemain Pekan Olahraga Nasional (PON) DIY dan tentu untuk Timnas Indonesia, khususnya di kelompok umur.
"Ini jadi sebuah barometer pembinaan klub di anggota Asprov PSSI DIY, supaya lebih bergeliat dan akhirnya kita ingin berikan kontribusi yang lebih untuk kepentingan DIY sesuai jenjang usianya. Harapannya dari sini juga bisa muncul talenta muda yang akhirnya bisa memperkuat Timnas untuk kelompok usia pada waktunya. Dan nantinya ada klub yang mewakili DIY di nasional dapat membawa nama DIY berprestasi," ujarnya.
"Keinginan besar pak Ketum terkait suksesi PON di tahun 2024 sehingga dari proses Liga 3 dan Soeratin jadi kesempatan untuk mencari pemain yang betul-betul mampu membawa DIY masuk ke PON 2024," tandas Heri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasana-pembukaan-Turnamen-Piala-Soeratin-2021.jpg)