Breaking News:

Harga Bitcoin, Ethereum, Shiba Inu Hari Ini Selasa 21 Desember 2021, Perlahan Mulai Naik

Harga Bitcoin dan Ethereum kompak naik 4%, Shiba Inu melompat 10%. Mengacu data CoinDesk, pada Selasa (21/12) harga Bitcoin ada di US$ 48.588,43

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
sky news
Ilustrasi mata uang virtual atau mata uang kripto, salah satunya yakni bitcoin 

Tribunjogja.com - Setelah sempat tertekan akibat ketidakpastian di tengah naiknya infeksi varian Omicron, hari ini Selasa (21/12/2021) pasar kripto kembali bertenaga.

Jika beberapa hari ini sempat turun, kini harga mata uang kripto seperti Bitcoin, Etherum kembali mengalami kenaikan.

Harga Bitcoin dan Ethereum kompak naik 4%, Shiba Inu melompat 10%. Mengacu data CoinDesk, pada Selasa (21/12) harga Bitcoin ada di US$ 48.588,43 atau naik 4,31% dibanding posisi 24 jam sebelumnya. Harga Ethereum juga naik 4,14% ke US$ 4.014,64.

Bitcoin
Bitcoin (Reuters)

 

Sementara harga Shiba Inu melompat tinggi, hingga 10,54%, mengantarkan harga mata uang kripto berbasis meme itu ke posisi US$ 0,000033. Sedang harga Dogecoin naik 2,01% jadi US$ 0,170315.

“Bitcoin telah melihat momentum jangka pendek, menetralisir karena berkonsolidasi di atas dukungan awal di dekat US$ 44.200,” kata Katie Stockton, Pendiri Fairlead Strategies, seperti dikutip CoinDesk. 

Baca juga: Prediksi Pasar Saham 2022: Kondisi Lebih Solid, Berikut Saham-saham yang Bisa Anda Lirik

“MACD (moving average convergence divergence) harian yang lebih baik dan kondisi oversold jangka pendek menunjukkan Bitcoin bisa melihat stabilisasi di sekitar dukungan awal di hari-hari mendatang,” ujarnya.

Dalam analisis teknisnya, Stockton juga menyoroti, harga Bitcoin masih menghadapi tekanan turun dalam jangka menengah, karena grafik menunjukkan mata uang kripto tertua di dunia itu “belum oversold”

Baca juga: Daftar Miliarder Dunia yang Kekayaannya Bersumber dari Kripto dan Bitcoin

Pada saat yang sama, volume perdagangan Bitcoin di bursa kripto utama tetap rendah. “Volume perdagangan yang turun bisa memperumit tindakan harga yang terjadi dengan Bitcoin,” kata Edward Moya, Analis Pasar Senior OANDA, seperti dilansir CoinDesk. 

Hanya, dia menyebutkan, harga Bitcoin bisa “sangat berombak” dalam beberapa minggu ke depan.

“Banyak investor tetap bullish jangka panjang dan ketidakpastian atas potensi kerugian jangka pendek membuat banyak pedagang menunggu sampai bitcoin turun menuju level US$ 40.000,” ungkapnya. (*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved