Breaking News:

Berita Bisnis Terkini

Bisa untuk Pembiayaan UMKM, OJK Dukung Masyarakat Pinjam Uang ke Pinjol Legal

OJK mendorong masyarakat untuk meminjam uang di Peer to Peer (P2P) Lending atau pinjaman online (pinjol) legal.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
ist
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat untuk meminjam uang di Peer to Peer (P2P) Lending atau pinjaman online (pinjol) legal.

Hal ini karena P2P Lending bisa memberikan pembiayaan cepat yang dibutuhkan untuk keberlangsungan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK, Tris Yulianta mengatakan, pinjol legal menyasar masyarakat yang belum tersentuh bank.

Prosesnya yang cepat memudahkan UMKM untuk meminjam uang dengan nilai kecil tanpa harus memberikan agunan.

Baca juga: OJK Perketat Perizinan P2P Lending Demi Tekan Korban Pinjol

“Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, akumulasi pembiayaan yang dikeluarkan oleh pinjol legal ini mencapai Rp 272,43 Triliun,” ucapnya dalam konferensi pers hasil rapat kerja Satgas Wasapda Investasi Daerah (SWID) DIY, di Hotel The Alana Jogja Hotel & Convention Center Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman, Senin (20/12/2021).

Tris mengatakan, saat ini ada 104 platform fintech yang sudah berizin atau masih dalam proses daftar dan digunakan oleh 71,8 juta pengguna.

Dengan potensi yang cukup tinggi, OJK berupaya untuk menyempurnakan proteksi terhadap masyarakat maupun investor.

Penyempurnaan peraturan tersebut sedang digodok dan ditindaklanjuti pada 2022 mendatang.

Termasuk juga akan melakukan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat dengan berkolaborasi berbagai pihak stakeholder, seperti 12 institusi yang tergabung dalam SWID DIY.

Baca juga: Otoritas Jasa Keuangan Tekan Korban Pinjol Ilegal, Perketat Perizinan P2P Lending

"Kami sepakat kedepan akan melakukan sosialisasi fintech yang lebih masif lagi. Terkait dengan pinjaman-pinjaman selama ini yang tidak terinformasi kepada masyarakat yaitu pinjaman yang sifatnya produktif," jelasnya.

Tris menilai, masyarakat perlu tahu produk P2P Lending yang bisa dimanfaatkan dan bersifat produktif. Sebab, selama ini masyarakat menggunakannya untuk hal-hal konsumtif.

“Yang harus dicermati, pinjol legal tidak boleh mengakses data kontak. Hanya ada tiga yang boleh diakses, yakni kamera, mikrofon dan lokasi,” paparnya.

Ia berharap, pengguna bisa mulai beralih ke pinjol legal yang sudah diawasi OJK agar tidak terperangkap dalam pinjol ilegal yang meresahkan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved