Liga 2

PSIM Yogyakarta vs PSMS - Presiden Brajamusti: Jaga Kondusivitas Kota Yogyakarta, Tak Perlu Konvoi

Menurutnya, yang terpenting saat ini ialah doa dari seluruh pecinta klub berjuluk Laskar Mataram, agar meraih hasil maksimal.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Dukungan suporter PSIM Yogyakarta pada uji tanding kontra Timnas U-23 Indonesia di Stadion Sultan Agung, Bantul, 2 Juni 2019 lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM- Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin mengimbau kepada seluruh anggotanya untuk menjaga kondusivitas Kota Yogyakarta, dengan tidak melakukan konvoi sebelum dan sesudah pertandingan antara PSIM Yogyakarta kontra PSMS Medan pada lanjutan babak 8 besar, Senin (20/12/2021) malam ini.

Sebab menurutnya, yang terpenting saat ini ialah doa dari seluruh pecinta klub berjuluk Laskar Mataram, agar meraih hasil maksimal pada kompetisi yang tengah berlangsung.

"Saat ini PSIM Yogyakarta butuh doa dari semua pihak terutama masyarakat Yogyakarta, agar dapat menjalani babak 8 besar yang tengah berlangsung dengan hasil yang maksimal. Harapan kita semua, tentu PSIM lolos ke Liga 1," ujar Muslich Burhanuddin.

"Jadi jangan sampai tindakan-tindakan yang kita (suporter) lakukan dalam mendukung dan mengekspresikan kemenangan malah menjadi bumerang atau antipati dari masyarakat," lanjutnya.

"Dimohon dengan sangat, tidak melakukan konvoi atau arak-arakan sebelum dan sesudah pertandingan berlangsung, demi menjaga nama baik Brajamusti, PSIM serta kondusivitas Kota Yogyakarta dan sekitarnya," tambahnya.

Sekadar informasi, kemenangan wajib diraih PSIM Yogyakarta kontra PSMS Medan pada laga kedua Grup Y babak 8 besar Liga 2 2021/22 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (20/12), apabila ingin peluang lolos ke babak semifinal tetap terbuka.

PSIM Yogyakarta menduduki posisi ketiga dengan torehan satu poin dari imbang melawan Martapura Dewa United. Sedangkan PSMS Medan berada pada posisi keempat klasemen Grup Y babak delapan besar Liga dengan tak mengumpulkan satupun poin usai takluk di laga perdana.

Kendati Laskar Mataram lebih diunggulkan menghadapi Ayam Kinantan, namun pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro, enggan menganggap enteng calon lawan.

Sebab, Seto menilai PSMS Medan merupakan tim solid dan selalu memiliki persiapan matang dalam setiap laganya. Selain itu, melihat pertandingan sebelumnya, PSMS Medan menelan kekalahan, maka dalam laga besok tentu akan bermain mati-matian untuk meraih kemenangan.

Menurutnya, laga besok akan menjadi pertandingan seru dan menghibur dan PSIM berharap dapat meraih kemenangan.

"Semua pemain kami waspadai, cara bermainnya menarik seperti karakter Ansyari Lubis (pelatih PSMS), bermain cantik dengan sedikit ngotot, kami antisipasi," kata Seto.

Lebih lanjut, eks pelatih PSS ini mengaku telah melakukan evaluasi dari pertandingan sebelumnya, ketika timnya kebobolan dua kali sehingga hanya menghasilkan imbang saat melawan Dewa United.

"Terutama evaluasi pada bagaimana proses terciptanya gol (kebobolan) dan ada beberapa peluang namun belum bisa dimaksimalkan ini kami coba untuk evaluasi meskipun sekali lagi terkendala lapangan, sehingga kurang maksimal," ujarnya.

Adapun persiapan jelang pertandingan, dimanfaatkan Seto untuk recovery meskipun tidak maksimal karena terkendala kondisi lapangan cukup becek, namun kebugaran pemain terus diupayakan.

Hal ini sudah menjadi resiko dan kemungkinan tim lain mengalami kendala serupa. Dengan kondisi pemain yang ada Laskar Mataram akan bermain sekuat tenaga melawan PSMS Medan.

"Memang kami terkendala dengan lapangan yang cukup becek, hanya sedikit kita coba recovery," ungkap Seto.

Ia memastikan ada sejumlah pemain yang tidak bisa tampil karena masih dalam pemantauan medis. Oleh karena itu ada sedikit rotasi pemain untuk melengkapi.

"Selain itu ada beberapa pemain tidak bisa tampil seperti Rocky terkendala medis, kemudian Yudha dan beberapa pemain lain dalam pantauan medis antara lain Beny, Purwaka, Jodi," tandas Seto. (TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved