Breaking News:

Otoritas Jasa Keuangan Tekan Korban Pinjol Ilegal, Perketat Perizinan P2P Lending

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya untuk menekan korban pinjaman online (pinjol) ilegal dengan melakukan pencegahan dari hulu ke hilir.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ardhike Indah
Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Tris Yulianta dalam jumpa pers di The Alana Hotel dan Convention Center, Senin (20/12/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya untuk menekan korban pinjaman online (pinjol) ilegal dengan melakukan pencegahan dari hulu ke hilir.

Dari hulu, sebagai tindakan preventif, OJK menggencarkan edukasi kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Kami meminta setiap perusahaan Peer to Peer (P2P) Lending bisa memberikan edukasi kepada masyarakat setidaknya 10 kali dalam setahun. Jadi, apabila ada 100-an petusahaan, maka setidaknya ada 1000 kali edukasi ke warga,” kata Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Tris Yulianta dalam jumpa pers di The Alana Hotel dan Convention Center, Senin (20/12/2021).

Dia menjelaskan, edukasi adalah salah satu cara penting agar masyarakat bisa lepas dari jerat pinjol ilegal.

Menurutnya, masyarakat tetap boleh menggunakan P2P Lending. Syaratnya, pinjol tersebut harus legal dan diawasi OJK serta memiliki izin untuk beroperasi.

“Kalau di pinjol legal, semuanya sudah diatur. Penagih utangnya diatur, tidak boleh menagih semena-mena, sampai bunga harian pun diatur, maksimal 0,4% per hari,” bebernya.

Baca juga: Pelukis Bantul Ini Gabungkan Wayang, Seni Lukis dan Iman Katolik dalam Karya Lukisan Bertema Natal

Dikatakan Tris, maksimal bunga kredit macet adalah 100 persen dari portofolio. Apabila masyarakat meminjam Rp 5 juta dan kredit macet, maka masyarakat maksimal membayar bunga Rp 5 juta.

“Nah, kalau ada yang kredit macet, terus diminta bayar 2-3 kali lipat, dipastikan itu pinjol ilegal. Pinjol legal dilarang untuk mengakses daftar kontak. Tiga hal yang boleh diakses hanya kamera, GPS dan mikrofon saja,” bebernya.

Bahkan, seluruh pembayaran utang di P2P Lending nantinya harus memiliki virtual account agar semuanya bisa tercatat di bank.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved