Tingkat Kepatuhan Prokes di Kawasan Wisata Masih Rendah

Menurut Sonny, masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan saat sedang berwisata

TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Ilustrasi: Sejumlah pengunjung Umbul Cokro di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten saat berenang di kolam pemandian objek wisata itu beberapa waktu lalu. 

 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengungkapkan tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan di kawasan wisata tergolong rendah.

Menurut Sonny, masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan saat sedang berwisata

"Ada beberapa tempat juga yang tingkat kepatuhan protokol kesehatannya termasuk paling rendah. Terutama adalah tempat-tempat wisata. Nah itu yang menjadi PR. Pada saat orang berwisata mereka kadang lupa, kadang abai," ujar Sonny dalam webinar Dialog Produktif Kamis: Sambut Tahun Baru dengan Liburan Gaya Baru, Kamis (16/12/2021).

Sonny meminta agar tempat wisata membentuk satgas institusi dan satgas prokes.

Tugas dari satgas ini, menurut Sonny, untuk mengedukasi serta mengawasi masyarakat yang berwisata agar patuh terhadap protokol kesehatan.

"Sebaiknya menyiapkan Satgas institusi, satgas prokes yang tugasnya mengedukasi sekaligus melakukan pengawasan terhadap kepatuhan," ucap Sonny.

Menurut Sonny, langkah ini perlu dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19, terdapat 32 kabupaten kota di Indonesia dengan kepatuhan memakai masker kurang dari 60 persen.

 Sekitar 60-an kabupaten kota kepatuhan memakai maskernya kurang dari 75 persen.

Sementara 75 kabupaten kota di Indonesia kepatuhan menjaga jaraknya kurang dari 75 persen.

"Kalau kita perhatikan memang banyak sekali ini terjadi di Sumatera. Kemudian di Jawa juga ada beberapa kabupaten kota," kata Sonny. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved