Breaking News:

Jika Harga Rokok Naik, Bagaimana Mengatasi Potensi Peredaran Rokok Ilegal di Indonesia

Harga Rokok naik pada awal tahun dipengaruhi oleh kebijakan Harga cukai hasil tembakau (CHT).

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
Rokok Ilegal yang digagalkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 

Tribunjogja.com Purwakarta - Harga Rokok naik pada awal tahun dipengaruhi oleh kebijakan Harga cukai hasil tembakau (CHT).

Disisi lain naik Harga Rokok diprediksi bakal meningkatkan potensi rokok ilegal di Indonesia.

Artinya peredaran rokok ilegal akan menjadi perhatian khusus petugas bea dan cukai di seluruh Indonesia.

Kepala Seksi Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Purwakarta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJCB) Kusmawan mengatakan, pihaknya akan melakukan peningkatan pengawasan.

"Pengawasan masih sama seperti yang sudah kita lakukan dan itu sudah efektif, namun demikian evaluasi kinerja juga harus kita tingkatkan," ujar Kusmawan kepada awak media, di Kantor wilayah DJCB, Jalan Bukit Akasia II, Kawasan Kota Bukit Indah, Kabupaten Purwakarta, Rabu (15/12/2021).

Kusmawan menjelaskan sejauh ini pihaknya telah optimal melakukan pengawasan, hal itu dibuktikan dengan kinerja selama Juli 2020 hingga November 2021.

Diketahui, pihaknya melakukan 68 kali penindakan atas penindakan bidang cukai.

Sebanyak 676.200 ribu batang sigaret rokok yang kemudian sebanyak 315.112 batang rokok ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN) untuk dimusnahkan.

Selain itu, pihaknya juga akan memusnahkan Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) e-liquid vape sejumlah 69 botol setara 3.450 mililiter, tembakau iris sejumlah 160 gram, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sejumlah 213 botol setara 223.770 militer.

Kusman menyebut, banyaknya penindakan terhadap barang ilegal kena cukai tersebut karena wilayah Purwakarta, Subang, dan Karawang merupakan daerah perlintasan.

"Namun demikian, memperketat pengawasan harus kita lakukan, kami berharap sinergitas yang selama ini terjalin dengan lembaga terkait akan lebih optimal guna mengantisipasi terjadinya peredaran barang kena cukai ilegal," ucapnya. ( Kontributor Tribun Jabar | Irvan Maulana )

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved