Breaking News:

Dampak Omicron Masuk Indonesia: IHSG Buntung Saham Farmasi Untung

IHSG dibuka menguat ke posisi 6.648, di mana indeks sempat menyentuh level tertinggi mencapai 6.661 dan terendah 6.579.

Editor: ribut raharjo
covid19.go.id
varian Omicron atau B.1.1.529 yang sudah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai varian baru COVID-19 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Imbas dari diumumkannya pasien pertama yang tertular virus covid-19 varian Omicron oleh Menteri Kesehatan RI, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok.

Pada pembukaan pagi hari, IHSG sempat berada di zona hijau. IHSG dibuka menguat ke posisi 6.648, di mana indeks sempat menyentuh level tertinggi mencapai 6.661 dan terendah 6.579.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah 0,47 persen atau 31,45 poin ke level 6.594. Adapun total volume transaksi sepanjang kemarin mencapai 23,33 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,76 triliun.

Terdapat 372 saham yang mengalami penurunan harga, 172 saham menguat dan 133 saham stagnan. Sementara itu, performa terbalik justru dialami beberapa saham. Di antara saham-saham yang menguat berasal dari emiten sektor kesehatan seperti farmasi, rumah sakit hingga laboratorium.

Kimia Farma (KAEF) misalnya terbang 6,8 persen di level Rp 2.650 per saham. Lalu, PT Phapros Tbk (PEHA) naik 3,59% ke Rp 1.155, dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik 2,73% ke Rp 8.475.Berikutnya, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) naik 2,95% ke Rp 9.600 dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) naik 6,58% ke Rp 810.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan kemarin karena pemberitaan virus Covid-19 varian omicron telah masuk ke Indonesia. "Kalau dilihat sepertinya karena berita tersebut (varian omicron), karena indeks Asia mayoritas menguat. Cuman IHSG yang melemah gara-gara ada temuan varian omicron," papar Sukarno saat dihubungi, Kamis(16/12/2021).

Namun, Sukarno melihat pergerakan IHSG sempat menguat pada akhir-akhir sesi dua, setelah munculnya berita temuan varian omicron pada siang hari. "Ini artinya sentimen sesaat dan pasar tidak terlalu khawatir dengan sentimen negatif tersebut," ucap Sukarno.

Sementara itu, Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan aksi jual investor asing atau foreign net sell sebesar Rp 735 miliar turut mewarnai ambruknya pasar saham tanah air.

"Para pelaku pasar mersepon pengumuman Menkes terkait dengan kasus Omicron pertama di Indonesia," ujar Nafan.

Dia mengatakan, kendati IHSG tertekan, kelihatannya ada sektor-sektor bisa ketiban cuan atau keuntungan jika ada varian baru Covid-19. "Sektor healthcare, technology, finance, dan commodity mendapat keuntungan," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved