Breaking News:

Seorang Ibu Rumah Tangga di Kota Magelang Ditangkap Polisi Atas Dugaan Kepemilikan Sabu

Pelaku mengaku mengonsumsi barang haram tersebut selama setahun untuk menghilangkan stres karena urusan rumah tangga.

Tribun Jogja/ Nanda Sagita
Tersangka ER saat dimintai keterangan saat konferensi pers di Mapolresta Magelang, Selasa (14/12/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

 

 


TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Magelang Kota berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial ER (36) warga Kampung Paten Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 0,9 gram.


Wakapolres Kota Magelang, Kompol Supriyadi, menuturkan penangkapan tersangka ER dilakukan setelah adanya pengaduan dari masyarakat, pada Sabtu (09/10/2021).


"Kemudian, pada (11/10/2021), sekitar  pukul 19.00 WIB dilakukan penyelidikan dan pengamatan  diseputaran tempat tersangka tinggal. Hingga, pada Kamis (14/10/2021) pukul 09.00  WIB, tersangka berhasil ditangkap di rumah bersamaan dengan barang bukti,"ujarnya saat konferensi pers di kantor Polresta Magelang, Selasa (14/12/2021).


Adapun, barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 1bungkus plastik klip kecil diduga berisi narkotika jenis sabu seberat 0,99 gram gram beserta plastikpembungkusnya, 1 buah lipatan tisu yang terbungkus lakban warna hitam, 1 buah jaket jeans warna biru.


Serta,uang tunai senilai Rp780 ribu , 1 buah handphone  berwarna hitam dengan sim cardnya.


Sementara itu, tersangka ER yang memiliki kerja sampingan sebagai penjual online shop mengaku mengonsumsi barang haram tersebut selama setahun untuk menghilangkan stres karena urusan rumah tangga.


"Sudah setahun memakainya (sabu), untuk hilangkan stres karena saya broken home,"tuturnya.


Tersangka dikenai, pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4  tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda palingsedikit Rp. 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000 (delapan miliar rupiah).

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved