Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Pembongkaran Keramba di Rawa Jombor Klaten Capai 97 Persen

Saat ini, tinggal 235 keramba tancap dan keramba apung yang belum dibongkar karena menunggu masa panen ikan yang ada di dalam keramba itu.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan tempat pemancingan di Waduk Rawa Jombor, Klaten yang sudah dibongkar pemiliknya beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Proses pembersihan keramba apung dan keramba tancap di waduk Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sudah mencapai 97 persen.

Saat ini, tinggal 235 keramba tancap dan keramba apung yang belum dibongkar karena menunggu masa panen ikan yang ada di dalam keramba itu.

"Alhamdulillah terkait Rawa Jombor, ini sudah mencapai 97 persen. Masih ada kurang lebih 235 keramba yang belum dibongkar," ujar Komandan Kodim 0723 Klaten, Letkol Inf Joni Eko Prasetyo saat ditemui di gedung Wongso Menggolo, Selasa (14/12/2021).

Menurut Dandim, meski 235 keramba yang belum dibongkar, namun para pemiliknya komit untuk membongkar keramba itu pada akhir Desember 2021 ini setelah ikan-ikan yang ada di sana di panen.

"Karena kalau dipindahkan saat usia muda, risiko ikan itu mati akan tinggi. Jadi kita memberikan kelonggaran ke petani sampai ikannya bisa di panen," ucapnya.

Pembongkaran keramba itu, lanjutnya tidak akan serentak karena panen ikandi dalam keramba harinya berbeda-beda, sehingga warga diminta kesadarannya untuk membongkar keramba secara mandiri.

Kemudian, terkait pembongkaran warung apung dan kolam pemancingan, kata dia, sudah dibongkar semuanya atau sudah mencapai 100 persen.

"Kalau warung dan kolam sudah bersih, dalam minggu ini bersih semua. Kalau untuk pindah ke plaza kuliner rencana pada rabu atau kamis," ucapnya.

Dandim kemudian mengapresiasi para pelaku usaha di Rawa Jombor yang mau dan bersedia melakukan pembongkaran usahanya demi lancarnya proses revitalisasi waduk Rawa Jombor itu menjadi destinasi wisata yang lebih representatif.

"Prosesnya karena kesadaran masyarakat yang tinggi dan berjalan kondusif. Warga meminta waktu pembongkaran itu wajar ya karena ada beberapa faktor dan itu wajar," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Budaya dan Pemuda Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho mengatakan jika proses revitalisasi Rawa Jombor berlangsung kondusif.

"Besok ada proses boyongan pedagang warung apung ke plaza kuliner. Nanti itu kegiatannya juga terbatas tidak datang semuanya karena ini prinsipnya untuk mensukseskan revitalisasi rawa," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved