Breaking News:

Update Berita Gunung Merapi

BPBD Magelang Terus Pantau Aktivitas Gunung Merapi

BPBD Kabupaten Magelang kini berfokus pada penanganan dan kesiapsiagaan bencana Gunung Merapi.

dok BPPTKG
Visual Gunung Merapi 2 November 2021 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUBJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang terus melakukan pemantauan terhadap peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Mhd Muzamil mengatakan, aktivitas Gunung Merapi terus mengalami peningkatan terlihat dari adanya luncuran guguran awan panas dan kubah Gunung Merapi yang terus tumbuh.

"Kami terus  berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terkait aktivitas Gunung Merapi. Hingga, saat ini masih terpantau aman, karena radiun luncuran guguran awan panas masih di bawah 5000 meter terjauh 3000 meter,  artinya belum membahayakan penduduk," ujarnya pada Tribunjogja.com, pada Senin (13/12/2021).

Berdasarkan data BPPTKG, awan panas guguran Merapi terjadi pada, Minggu (12/12/2021), pukul 10.18 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 27 mm dan durasi 158 detik.

Baca juga: BPPTKG Pastikan Luncuran Awan Panas Merapi Tidak Sampai Permukiman Penduduk

Jarak luncur 2.000 m ke arah barat daya dan arah angin ke timur. 

Sedangkan pada hari ini, Senin (13/12/2021), Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar 11 kali  ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter. 

Dengan kondisi kubah lava di tengah kawah puncak Gunung Merapi terus tumbuh dengan volume yang diperkirakan mencapai 3.007.000 meter kubik.

"Dari koordinasi dengan BPPTKG, aktivitas yang ditunjukkan Gunung Merapi, masih stabil,"ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya berfokus pada  penanganan dan kesiapsiagaan bencana Gunung Merapi.

Mulai dari perbaikan fasilitas Tempat Evakuasi Akhir (TEA), penataan logistik, dan perbaikan jalur evakuasi.

"Belajar dari erupsi Gunung Semeru kemarin,  ini menjadi acuan kami. Sehingga, kesiapsiagaan ditingkatkan hingga 5 kali bila dibandingkan kondisi normal. Saat ini, pemantauan Gunung Merapi kami lakukan hingga 24 jam dengan mengerahkan tim dan  petugas di pos-pos yang sudah disediakan. Bahkan, 38 TEA , logistik, dan jalur evakuasi sudah dipersiapkan dengan matang," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved