Breaking News:

Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Pemkab Magelang Siapkan Anggaran BTT Sekitar Rp5 Miliar untuk Penanganan Bencana

Adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi akhir-akhir ini menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kabupaten Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi akhir-akhir ini menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang selalu siap dengan situasi apapun.

"BPBD harus siap, dan ini sudah menjadi SOP dalam hal penanggulangan bencana karena¬† kita ini, daerah rawan bencana yang senantiasa berlanjut (termasuk Gunung Merapi), maka BPBD harus selalu siap," tuturnya, Minggu (12/12/2021).

Ia mengatakan, Pemerintah Daerah juga telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana.

Baca juga: Pemkab Magelang Dorong Geliat UMKM Lewat Wadah Sosialisasi

"Untuk Belanja Tidak Terduga kita sampai saat ini sangat cukup ya, BTT ada sekitar Rp5 miliar," ungkapnya.

Meskipun belum ada rekomendasi untuk mengungsi akibat peningkatan aktivitas Gunung Merapi, namun Pemerintah Kabupaten Magelang sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk adanya sistem sister village yang sudah berjalan sejak lama.

Sistem Sister Village berfungsi saling memberikan pertolongan jika terjadi erupsi maka desa tersebut bisa mengungsi ke wilayah pasangannya.

"Jadi mereka saya rasa sudah paham betul bagaimana yang harus dilakukan, dan kita sebagai pemerintah daerah siap memfasilitasi apapun yang dibutuhkan masyarakat," katanya.

Baca juga: Peduli Semeru, Pemkab Magelang Kirimkan Bantuan Bagi Para Korban Terdampak

Tak hanya itu, lebih lanjut Adi menjelaskan jalur-jalur evakuasi secara rutin telah dilakukan pemeliharaan oleh Pemerintah sehingga jangan sampai pada saat terjadi bencana akan menghambat atau mengganggu evakuasi para korban terdampak bencana.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah bersama jajaran Forkopimda dan Forkopimcam juga menghimbau melalui desa-desa agar masyarakat yang melakukan aktivitas penambangan di hulu Merapi lebih berhati-hati mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan.

"Karena situasi sekarang ini iklim atau cuaca kita kan pas musim penghujan, demikian juga arus air yang ada di sungai-sungai hulu Merapi ini tidak bisa diprediksi, sehingga terus dilakukan edukasi sosialisasi agar mereka (penambang) betul memahami dan mematuhi apa yang menjadi himbauan pemerintah, dan kita juga selalu meminta informasi secara update kepada BPPTKG," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved