Breaking News:

Dapat Ujaran Kebencian, Pelatih PSS Sleman Dejan Antonic Kecewa dan Marah

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengaku mendapati ujaran kebencian bernada kurang etis untuk sebuah kritikan pada Kamis (9/12/2021).

Dokumentasi PSS Sleman
Dejan Antonic 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengaku mendapati ujaran kebencian bernada kurang etis untuk sebuah kritikan pada Kamis (9/12/2021).

Ia bercerita kepada Tribun Jogja dan menunjukkan bukti komentar negatif itu, "#dejan kapan mati?" begitu tulis salah satu akun instagram.

"Saya kecewa, saya marah sekali kalau orang tulis seperti ini," kata Dejan.

Baca juga: Komisi B DPRD Bantul Menilai Pasar Seni Gabusan Perlu Dibangkitkan untuk Dongkrak Perekonomian

Selain itu Dejan juga mengaku mendapat perlakuan rasisme dari seseorang melalui komentar di media sosial.

Menurut Dejan dengan adanya perlakuan tersebut dapat membuat lingkungan di sepak bola Indonesia tidak kondusif.

"Kemarin ada orang kirim katanya kita tidak suka orang asing jadi pelatih di PSS, saya kira ini sudah rasis. Saya 25 tahun di sini, menjadi orang Indonesia, istri saya orang Indonesia tapi orang tulis seperti ini tidak bagus untuk sepakbola Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Pengguna Jenius di Yogyakarta Tambah 35 Persen, Bank BTPN Komitmen Hadirkan Fitur Perbankan Simpel

Selain itu nada-nada sumbang yang menyudutkan tersebut tentu dikhawatirkan untuk PSS Sleman ke depan.

Pasalnya bukan hal mustahil apabila perlakuan tersebut berlanjut, PSS Sleman akan kesulitan untuk mencari pelatih atau pemain baru.

Bisa saja calon pelatih atau pemain akan berpikir berkali-kali untuk berlabuh di PSS Sleman melihat situasi dan kondisi saat timnya dalam tekanan. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved