Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Seluruh Warung Apung di Rawa Jombor Klaten Sudah Dibongkar

Proses pembongkaran dilakukan secara manual dan melibatkan pekerja dari warga sekitar sejak satu bulan terakhir.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan satu unit backhoe yang dioperasikan untuk membantu pembongkaran warung apung Rawa Jombor, Klaten, Rabu (8/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seluruh warung apung di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sudah dibongkar oleh pemiliknya secara mandiri.

Proses pembongkaran dilakukan secara manual dan melibatkan pekerja dari warga sekitar sejak satu bulan terakhir.

Seorang pemilik warung apung, Sutomo menjelaskan jika warung miliknya serta puluhan warung apung lainnya sudah dibongkar oleh pemilik sejak satu bulan yang lalu.

"Ini semuanya sudah dibongkar, dari 21 warung apung yang ada semuanya sudah dibongkar secara mandiri. Hanya tersisa sedikit material yang belum naik ke daratan," ujarnya pada Tribunjogja.com di Rawa Jombor, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Evakuasi Backhoe Tenggelam di Rawa Jombor Klaten Jadi Tontonan Warga

Menurut Sutomo, para pemilik warung apung memiliki waktu hingga 15 Desember 2021 untuk membongkar semua warung apungnya.

"Target untuk membongkar warung apung ini informasinya sampai 15 Desember. Namun kita akan berusaha sebelum tanggal itu semuanya sudah selesai," ucap dia.

Diakui Sutomo, pembongkaran warung apung berlangsung lama karena dikerjakan dengan pekerja seadanya.

Selain itu, faktor cuaca juga sangat mempengaruhi proses pembongkaran.

Ia menjelaskan, dari 21 pemilik warung apung 11 pemilik di antara bersedia untuk pindah ke plaza kuliner yang berada di sisi selatan rawa.

Baca juga: Alat Berat Mulai Bekerja di Rawa Jombor, Bupati Klaten Sri Mulyani Sampaikan Hal Ini

Sementara, 10 pemilik sisanya beralih menjadi tempat pemancingan.

"Itu sudah rapat kemarin dan ada yang pindah dan ada yang beralih ke kolam pemancingan," ucap dia.

Seorang pengunjung rawa, Suseno (39) mengaku sedih dengan pembongkaran warung apung itu karena tidak bisa lagi menikmati kuliner di tengah rawa.

"Saya sedih, tapi ini demi penataan kawasan rawa yang lebih baik ya saya mendukung. Mungkin nanti kulineran di sini dari plaza kuliner saja," ucap dia. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved