Breaking News:

Liga Champions

Kata Stefano Pioli, AC MILAN Belum Siap Bersaing dengan Tim Papan Atas Liga Champions

Kekalahan ini sekaligus memastikan juara Liga Champions 7 kali ini harus mengucapkan selamat tinggal kepada kompetisi Eropa musim ini.

twitter.com/acmilan
Pemain AC Milan memberikan salam penghormatan kepada para suporter usai tersingkir dari ajang Liga Champions 2021-2022 di San Siro, Rabu (8/12/2021) dinihari WIB. 

TRIBUNJOGJA.COM ITALIA- Pelatih AC Milan, Stefano Pioli angkat bicara menyusul kekalahan 1-2 dari Liverpool pada laga pamungkas Grup B Liga Champions 2021-2022 di San Siro, Rabu (8/12/2021) dinihari WIB.

Kekalahan ini sekaligus memastikan juara Liga Champions 7 kali ini harus mengucapkan selamat tinggal kepada kompetisi Eropa musim ini.

Satu slot ke 16 besar dari Grup B akhirnya menjadi milik Atletico Madrid. Los Rojiblancos yang sempat menghuni dasar klasemen lolos ke fase gugur Liga Champions secara dramatis berkat kemenangan 3-1 atas FC Porto.

Klasemen akhir Grup B Liga Champions 2021-2022 adalah Liverpool dengan poin sempurna 18, diikuti Atletico Madrid dengan nilai 7, FC Porto di posisi ketiga dengan koleksi 5 poin, dan AC Milan yang mengumpulkan 4 angka merana di dasar klasemen.

“Kita harus membawa pulang kesadaran bahwa level di Eropa sangat tinggi. Saya tahu kesulitan grup dan pertandingan malam ini, sayangnya kami tidak memberikan kecepatan yang bagus untuk pertandingan dan dari sudut pandang teknis itu bukan milik kami. pertandingan terbaik," kata Stefano Pioli dilansir Tribun Jogja dari laman Sempre Milan.

Dikatakannya, ada beberapa penyesalan, melawan Atletico dan Porto di kandang, Stefano Pioli merasa Rossoneri pantas mendapatkan lebih.

"Tetapi dalam perjalanan kita, kita akan menemukan kesulitan-kesulitan ini. Mereka akan berguna untuk pertumbuhan kita. Kami akan menghargai ini. Ada kekecewaan karena kami ingin bertahan di Eropa," ujar pelatih berkepala plontos ini.

"Terkadang kami bisa lebih memanfaatkan kehadiran Ibra dengan umpan panjang. Terlalu sering kami bermain bola ke belakang, bukannya bermain bola ke depan. Saya mengacu di atas segalanya untuk tujuan kedua. Kami harus bekerja lebih baik, memanfaatkan lebar lapangan dengan lebih baik. Kami akan membutuhkannya terutama ketika lawan menekan kami," tambahnya.

Milan akhirnya finis di posisi terakhir grup, mengingat Porto dan Atletico Madrid juga berakhir di atas Rossoneri, yang mungkin menunjukkan seberapa jauh jarak tim.

"Lawannya kuat, saya tahu kekuatan mereka, saya pikir mungkin Porto kurang kuat, tetapi kita berbicara tentang tim yang biasa bermain di Liga Champions. Kami menderita dari pengalaman kecil ini. Hari ini adalah permainan untuk berhati-hati dan memberi sedikit. Kami tidak kebobolan banyak sampai gol pertama mereka. Kebobolan gol kedua menghilangkan kejernihan kami, kami mencoba sampai akhir. Kami perlu tumbuh dan memiliki pengalaman tertentu.”

Pioli berbicara lebih spesifik tentang gol yang bersarang: “Pada yang pertama sulit untuk ditempatkan lebih baik, pada rebound kiper Anda harus lebih siap. Kami harus melakukan yang lebih baik. Dalam dua gol yang kami kebobolan, kesalahan kami lebih dari kualitas lawan. Kami harus meningkatkan dan membuat lebih sedikit kesalahan.

"Pada gol kedua salah satu gelandang kami mengambil bola dan bisa berbalik dan maju ke depan dan malah kembali, menempatkan bek kami dalam kesulitan. Lapangan San Siro tidak dalam kondisi bagus saat ini, saya juga membicarakannya dengan Klopp. Tapi kami tidak mencari alasan, kami kalah dan tersingkir. Sungguh memalukan. Kami menafsirkan permainan dengan baik, kami harus tampil lebih baik di gol pertama,"

"Kami telah menghadapi lawan yang kuat. Kami belum siap bersaing dengan tim seperti Liverpool yang menjadi salah satu kandidat juara Liga Champions. Jalan kita masih panjang, kita semua tahu itu. Fansnya luar biasa, kami minta maaf untuk mereka. Kami akan berusaha lebih baik."

Terpisah, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp angkat bicara soal AC Milan yang harus menempati posisi juru kunci.

"Saya suka proyek mereka, ini adalah perpaduan yang bagus antara pemain muda dan pengalaman. Saat ini mereka memiliki banyak cedera dan ini jelas sangat disayangkan, tetapi apa yang dapat mereka lakukan dalam beberapa tahun ke depan sangat menarik. Tak seorang pun di grup ini pantas finis terakhir, mungkin ini bisa membantu mereka dengan kemungkinan berkonsentrasi di Serie A, tanpa gangguan sepak bola Eropa, untuk mencapai tujuan mereka di liga," tandas Klopp. (TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved