Tata Cara Salat Jenazah Lengkap dengan Penjelasannya

Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
bangka.tribunnews.com
Tata Cara Beserta Doa Salat Jenazah untuk Laki-laki dan Perempuan 

TribunJoga - Salat jenazah adalah salat  yang dikerjakan sebanyak 4 kali takbir tanpa rukuk dan sujud.

Hukum dari salat jenazah adalha fardu kifayah (kewajiban yang ditujukan kepada orang yang masih hidup, tetapi bila sebagian sudah melaksanakan maka gugurlah kewajiban bagi yang lain).

Salat jenazah merupakan salah satu dari beberapa kewajiban kita terhadap jenazah, semua ini tentu tidal lepas karena kita juga akan menyusul mereka jika takdir telah datang dengan waktu yang telah di tentukan. 

Sesuai dengan Firman Allah swt. Dalam surat Ali ‘Imran Ayat 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Kullu nafsin żā`iqatul maụt, wa innamā tuwaffauna ujụrakum yaumal-qiyāmah, fa man zuḥziḥa 'anin-nāri wa udkhilal-jannata fa qad fāz, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā'ul-gurụr

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Rasulullah saw bersabda

“salatkanlah mayat-mayatmu!” (hr. ibnu majah).

“salatkanlah olehmu orang-orang yamg sudah meninggal yang sebelumnya mengucapkan laa ilaaha illallaah.” (hr. ad-daruruquthni)

Rukun salat jenazah

1. niat

2. berdiri bagi yang mampu.

3. takbir empat kali.

4. membaca surat al-fatihah.

5. membaca sholawat atas nabi.

6. mendoakan mayat.

7. memberi salam.

bacaan niat sholat jenazah (mayit)

niat sholat jenazah (mayit) laki-laki

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

usholli 'alaa haadzalmayyiti arba'a takbiraatin fardhol kifaayati ma'muuman lillaahi ta'aala.

saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena allah ta’ala.

niat sholat mayit (jenazah) perempuan

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

usholli 'alaa haadzihil mayyitati arba'a takbiraatin fardhol kifaayati ma'muuman lillaahi ta'aala.

saya niat shalat atas mayit perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena allah ta’ala.

catatan:

lafadz niat diatas merupakan bacaan niat salat jenazah ketika menjadi ma'mum. namun apabila kita menjadi imam, maka lafadz atau bacaan "ma'muuman" diganti dengan lafadz "imaa'man". sehingga bacaan niat sholat jenazah sebagai imam untuk mayyit laki-laki adalah sebagai berikut :

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

usholli 'alaa haadzalmayyiti arba'a takbiraatin fardhol kifaayati imaaman lillaahi ta'aala.

saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah menjadi imam karena allah ta’ala

Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah menjadi imam karena Allah Ta’ala

Sunnat Shalat Jenazah

1. Mengangkat tangan pada tiap-tiap takbir (empat takbir)

2. Merendahkan suara bacaan (siri)

3. Membaca ta’awuz

4. Disunnahkan banyak pengikutnya

5. Memperbanyak shaf

“Setiap orang mu’min yang meninggal, lalu dishalatkan oleh umat Islam yang banyaknya sampai tiga shaf akan diampuni dosanya. Oleh sebab itu Malik bin Hubairah selalu berusaha membentuk tiga shaf, jika jumlah orang yang shalat jenazah tidak banyak.

ilustrasi Sholat jenazah
ilustrasi Sholat jenazah (tribunsumsel.com)


Keutamaan orang yang menshalatkan jenazah dijelaskan dalam hadits berikut :

Pertama

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ


“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

« مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ». قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ ».

“Barangsiapa shalat jenazah dan tidak ikut mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qiroth. Jika ia sampai mengikuti jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” “Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal gunung Uhud”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim no. 945)

Kedua

Dari Kuraib, ia berkata,

“Anak ‘Abdullah bin ‘Abbas di Qudaid atau di ‘Usfan meninggal dunia. Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Wahai Kuraib (bekas budak Ibnu ‘Abbas), lihat berapa banyak manusia yang menyolati jenazahnya.” Kuraib berkata, “Aku keluar, ternyata orang-orang sudah berkumpul dan aku mengabarkan pada mereka pertanyaan Ibnu ‘Abbas tadi. Lantas mereka menjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib berkata, “Baik kalau begitu.” Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Keluarkan mayit tersebut. Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan (shalat jenazah) oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (do’a) mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948)

Ketiga

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidaklah seorang mayit dishalatkan (dengan shalat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (do’a mereka) akan diperkenankan.” (HR. Muslim no. 947)

Keempat:
Dari Malik bin Hubairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوفٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ أَوْجَبَ

“Tidaklah seorang muslim mati lalu dishalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan do’a mereka akan dikabulkan.”

(HR. Tirmidzi no. 1028 dan Abu Daud no. 3166. Imam Nawawi menyatakan dalam Al Majmu’ 5/212 bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini hasan jika sahabat yang mengatakan) Itulah beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan shalat jenazah. Selengkapnya mengenai tata cara shalat jenazah akan disampaikan pada artikel berikutnya.

Syarat Shalat Jenazah

1. Jenazah telah disucikan dari najis baik tubuh, kafan maupun tempatnya.

2. Orang yang menshalati telah memenuhi syarat sah salat.

3. Bila jenazahnya hadir, posisi musholli harus berada di belakang jenazah.

Adapun aturannya adalah sebagai berikut :


A. Jenazah laki-laki : jenazah dibaringkan dengan meletakkan kepala di sebelah utara. Imam atau munfarid berdiri lurus dengan kepala jenazah.

B. Jenazah perempuan : cara peletakan jenazah sama dengan jenazah laki-laki, sedangkan imam atau munfarid berdiri lurus dengan pantat jenazah.

C. Jarak antara jenazah dengan musholli tidak melebihi 300 dziro’ atau sekitar 144 m. Hal ini jika sholat dilakukan di luar masjid.

D. Tidak ada penghalang antara keduanya; misalnya seandainya jenazah berada dalam keranda, maka keranda tersebut tidak boleh dipaku.


E. Bila jenazah hadir, maka orang yang mensholati juga harus hadir di tempat tersebut.


Rukun Sholat Jenazah

Apabila jenazah hanya satu, niatnya adalah :

Untuk mayat laki-laki:

اُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ للهِ تَعَالَى

USHOLLI ALA HADZAL MAYYITI ARBA’A TAKBIROTIN FARHO KIFAYATIN LILLAHI TA’ALA

Aku niat shalat untuk mayit laki-laki ini dengan empat takbir fardhu karna Allah

Untuk mayat perempuan:

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ للهِ تَعَالَى

USHOLLI ALA HADZIHIL MAYYITATI ARBA’A TAKBIROTIN FARHO KIFAYATIN LILLAHI TA’ALA

Aku niat shalat untuk mayit perempuan ini dengan empat takbir fardhu karna Allah

Niat Untuk Mayit Anak Laki-Laki

اُصَلّىْ عَلىَ هَذَا مَيِّتِ الطّفْلِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ مَأمُوْمًا/اِمَامًا لِلهِ تَعَالىَ

Usolli ‘ala hadzal mayyiti tifli arba’a takhbirotin fardhu kifayatin ma’muman/imaaman lillahi ta’alaa

Aku niat mengerjakan sholat atas mayit anak laki-laki ini empat kali takhbiran sebagai ma’mum/imam alasannya allah taalaa.

Niat Untuk Mayit Anak Perempuan

اُصَلّىْ عَلىَ هَذِهِ مَيِّتَةِ الطّفْلَةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ مَأمُوْمًا/اِمَامًا لِلهِ تَعَالىَ

Usolli ‘ala hadihil mayyitati tiflati arba’a takbirotin fardhu kifayati ma’muman/imaman lillahi ta’alaa

Aku niat mengerjakan sholat atas mayit anak perempuan ini empat kali takhbiran fardu kifayah sebagai ma’mum/imam alasannya allah ta’alaa.

Takbir dan dilanjutkan dengan membaca Surat al-Fatihah.
Takbir lagi dan diteruskan dengan membaca shalawat Nabi:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Akan lebih bagus bila disambung:

كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


Usai membaca shalawat, takbir lagi dan membaca doa untuk jenazah yang sedang dishalati:

Untuk jenazah laki-laki:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمهُ وعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَ الْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. اَللَّهُمَّ أَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَ جَارًا خَيْرًا مِنْ جَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَ أَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ ومِنْ عَذَابِ النَّارِ


Untuk jenazah perempuan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهاَ وارْحَمهاَ وعَافِهاَ وَاعْفُ عَنْهاَ وأَكْرِمْ نُزُلَهاَ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهاَ وَاغْسِلْهاَ بِالْمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَ الْبَرَدِ ونَقِّهاَ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّي الثَوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. اَللَّهُمَّ أَبْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهاَ وَ جَارًا خَيْرًا مِنْ جَارِهَا وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهاَ وأَهْلًا خَيْراً مِنْ أهلِهاَ وَ أَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَ أَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ القَبْرِ ومِنْ عَذَابِ النَّارِ


Untuk jenazah banyak

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وارْحَمْهُمْ وعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ وأَكْرِمْ نُزُلَهُمْ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُمْ وَاغْسِلْهُمْ بِالْمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَ الْبَرَدِ ونَقِّهِمْ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّي الثَوْبًُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. اَللَّهُمَّ أَبْدِلْهُمْ دِيَارًا خَيْرًا مِنْ دِيَارِهِمْ وَ جِيْرَانًا خَيْرًا مِنْ جِيْرَانِهِمْ وَأَزْوَاجاً خَيْراً مِنْ أَزْوَاجِهِمْ وأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهِمْ وَ أَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ وَ أَعِذْهُمْ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ ومِنْ عَذَابِ النَّارِ


Takbir yang keempat kalinya, lalu membaca doa.


Untuk jenazah laki-laki:

اللَّهُمَّ لاَتَحرِمْنَا أَجْرَهُ ولاَتَفْتِنّاَ بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَ لَهُ


Untuk jenazah perempuan:

اللَّهُمَّ لاَتَحرِمْنَا أَجْرَهاَ ولاَتَفْتِنّاَ بَعْدَهاَ وَاغْفِرْ لَناَ وَ لَهاَ

Untuk jenazah banyak:

اللَّهُمَّ لاَتَحرِمْنَا أَجْرَهُمْ ولاَتَفْتِنّاَ بَعْدَهُمْ وَاغْفِرْ لَناَ وَ لَهُمْ


Mengucapkan salam secara sempurna:


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Fikih Imam Syafi'i Tuntunan Salat. (MG - Ahmad Muhaimin Nurrudin)

Wallahu a'lam bishawab

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved