Breaking News:

Berita Kota Yogya Hari Ini

Pemkot Yogya Wacanakan Skema Buka Tutup di Kawasan Malioboro Selama Nataru 

Pemkot Yogyakarta menyiapkan opsi buka tutup di kawasan Malioboro, agar jumlah pelancong bisa terkendali.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ilustrasi suasana Malioboro 

TRIBUNJOGJA.COM - Dibatalkannya kebijakan PPKM Level 3 se-Indonesia selama momentum Natal dan tahun baru (Nataru) pada akhir Desember mendatang, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta harus kembali memutar otak untuk menerapkan pembatasan akses bagi wisatawan. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya menyiapkan opsi buka tutup di kawasan Malioboro, agar jumlah pelancong bisa terkendali.

Sebab, Pemkot tidak dapat melaksanakan skema ganjil genap di satu di antara objek wisata idaman turis di Kota Yogyakarta tersebut. 

Baca juga: Penambahan QR Code Sugeng Rawuh Malioboro Direncanakan Ada di Sirip-sirip Masuk

"Memang kemarin alternatifnya buka tutup, itu saja. Kalau kondisi sudah terlalu penuh kita tutup. Kemudian, kalau kita lihat sudah lengang, ya dibuka. Tidak ada ganjil genap, tidak ada yang lain, hanya buka tutup, dan fleksibel, tergantung kondisinya nanti, ya," ujarnya, Selasa (7/12/2021). 

Akan tetapi, langkah tersebut masih akan dibahas bersama jajaran Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, baik Kapolres, Dandim, dan instansi lainnya.

Termasuk, mengenai opsi memagari kembali kawasan titik nol kilometer, seperti yang diterapkannya saat tahun baru 2021 lalu. 

"Itu bagian yang akan kita bicarakan detailnya juga, kalau sudah ada surat Inmendagri yang revisi. Akan kita tentukan, pembatasan-pembatasannya bagaimana. Jadi, nanti kami akan rapatkan dengan tim satgas," ungkap Heroe. 

Baca juga: Malioboro Siap Sambut Nataru dengan One Gate Sistem dan Aplikasi Sugeng Rawuh

Di samping itu, Wawali menegaskan, pihaknya juga bakal mencari strategi yang tepat, agar selama malam tahun baru nanti tidak muncul kerumunan massa di satu titik tertentu.

Sehingga, insiden tahun silam, ketika para wisatawan memadati Malioboro dan titik nol tak terulang. 

"Tugas kita adalah memecah konsentrasi orang, supaya tidak berkumpul di satu tempat. Jadi, harus disebar kemana-mana. Itu nanti kita siapkan strategi selama Nataru, supaya tidak ada konsentrasi orang," pungkas Wawali. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved