Masih Dijumpai Bus Pariwisata Abaikan One Gate System, Pemkot Yogyakarta Andalkan Pengawasan CCTV 

Berbagai upaya pun telah ditempuh untuk meminimalisir operator-operator bus pariwisata 'nakal' tersebut. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Beberapa petugas gabungan menghentikan bus pariwisata di Terminal Giwangan, untuk pemeriksaan surat-surat, Minggu (24/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah hampir dua bulan diterapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih mendapati bus-bus atau angkutan pariwisata yang tidak mengikuti skema one gate system.

Berbagai upaya pun telah ditempuh untuk meminimalisir operator-operator bus pariwisata 'nakal' tersebut. 

Kepala Dinas Perhubungan (Disbub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, berujar sejak awal pihaknya menegaskan seluruh angkutan dari luar daerah untuk kepentingan apapun tetap harus menjalani skrining di Terminal Giwangan.

Hal itu guna memastikan syarat-syarat perjalanannya terpenuhi. 

"Tapi, sampai sekarang kita masih menemukan beberapa bus pariwisata yang langsung menuju tempat oleh-oleh, atau hotel. Tentu, itu menjadi kekhawatiran kita, jangan sampai wisatawan yang tidak terskrining itu beraktivitas di Kota Yogyakarta," katanya, Selasa (7/12/2021). 

"Yang kita temui di lapangan, alasannya macam-macam itu, manusiawi lah, nggak mau diatur, mencari kepentingannya masing-masing. Padahal, aturan ini kan demi kepentingan semua pihak, agar semua nyaman," imbuh Agus. 

Selain mendatangi langsung bus-bus nakal yang memilih abai terhadap skema satu pintu masuk itu, pihaknya pun melakukan pantauan melalui CCTV.

Setiap bus yang tidak berstiker, akan dilaporkan ke PO (Perusahaan Otobus) masing-masing. 

"Ya, dicatat bus wisata yang berperilaku seperti itu, lalu kita hubungi by phone kepada PO-nya. Kita minta kerjasamanya semua pihak, ini demi pengendalian Covid-19," ujarnya. 

Menurutnya, terdapat 36 CCTV di simpang-simpang utama di Kota Yogyakarta, yang siap memantau aktivitas angkutan pariwisata.

Sehingga, ia menandaskan, para operator bus jangan sekalipun melakukan tindakan indispliner dan mengabaikan skrining penumpang di Terminal Giwangan. 

"Jadi, meski tidak ada petugas, kami bisa merekam kendaraan yang coba-coba melanggar one gate system. Tapi, sejauh ini jumlahnya tidak terlalu banyak, mayoritas sudah masuk Giwangan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved