Breaking News:

Kisah Ibu Hamil Sembilan Bulan Tembus Hujan Abu Vulkanik Semeru

kisah mendebarkan yang dialami oleh Ayuningsih (23) warga Dusun Curah Kobokan, Pronojiwo, Lumajang.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
JUNI KRISWANTO / AFP
Warga menyelamatkan barang-barang mereka di area yang tertutup abu vulkanik di desa Sumber Wuluh di Lumajang pada 5 Desember 2021 

Tribunjogja.com Lumajang -- Erupsi Gunung Semeru menyisakan beberapa kisah kepada warga yang berada di lereng Semeru.

Satu diantaranya adalah kisah mendebarkan yang dialami oleh Ayuningsih (23) warga Dusun Curah Kobokan, Pronojiwo, Lumajang.

Abu menutupi rumah dan pepohonan di lereng Gunung Semeru di Lumajang pada 5 Desember 2021, sehari setelah letusan gunung berapi di gunung yang menewaskan sedikitnya 13 orang itu.
Abu menutupi rumah dan pepohonan di lereng Gunung Semeru di Lumajang pada 5 Desember 2021, sehari setelah letusan gunung berapi di gunung yang menewaskan sedikitnya 13 orang itu. (AMAN ROCHMAN / AFP)

Berikut kisah Ayuningsih ibu hamil yang selamat dari sapuan awan panas guguran Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021).

Ayu menceritakan saking paniknya, Ayu menyelamatkan diri dengan cara berlari sembari dipapah sama suaminya Mohamad Nur Efendy (23).

Ia berlari belasan kilometer hingga sampai ke tempat aman.

"Seusia kehamilan saya sembilan bulan. Saya tak memikirkan apa-apa, pokoknya saya, anak yang dikandung, dan suami selamat," katanya, Senin (6/12/2021) dikutip Tribunjogja.com dari Surya.

Selama berlari ia merasakan nyeri pada perutnya.

 

Selain itu, kakinya sempat terinjak-injak warga lain saat berlari hingga lecet.

"Alhamdulilah tak ada masalah pada janin. Janin yang saya kandung sehat. Saya langsung mendapat pemeriksaan kandungan dan penanganan di Puskesmas Penanggal seusai lolos dari awan panas," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved