Breaking News:

Kisah Inspiratif

Cerita Dua Paralimpian Asal Gunungkidul Raih Medali Emas di Ajang AYPG Bahrain 2021

Elsa Dewi Saputri dan Dwiska Afrilia Maharani sabet medali emas di ajang Asian Youth Para Games (AYPG) Bahrain 2021 di cabor para-angkat berat.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi NPC DIY
Elsa Dewi Saputri 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua paralimpian asal Gunungkidul, DI Yogyakarta, Elsa Dewi Saputri dan Dwiska Afrilia Maharani berhasil sabet medali emas di ajang Asian Youth Para Games (AYPG) Bahrain 2021 di cabang olahraga (cabor) para-angkat berat.

Kedua atlet asal DIY dalam ajang itu mewakili kontingen Indonesia bersama 33 atlet lainnya yang dikirim menuju Bahrain sejak Jumat (26/11/2021) kemarin.

Pada perlombaan yang digelar di Khalifa Sports City Stadium, Isa Town, Minggu (5/12/2021) itu Dwiska Afrilia berhasil mencatatkan rekor terbaiknya di kelas 79 kg putri, begitu pula dengan rekannya, Elsa Dewi yang berhasil mendominasi di kelas +89kg putri.

Padahal sejak awal pada cabor para-angkat berat di ajang AYPG Bahrain 2021 kontingen Indonesia tidak membebankan atletnya untuk mendulang medali.

Baca juga: Hingga Hari Keempat Peparnas XVI Papua, Paralimpian DIY Sabet 2 Medali

Namun dengan prestasi saat ini harapannya bakal menjadi awal untuk menjadi andalan Indonesia di ajang berikutnya seperti Paralimpiade pada tahun 2024 mendatang di Paris, Prancis.

"Ya, tentu prestasi ini sangat membanggakan kita karena dari awal kita tidak membebankan atlet untuk meraih medali. Saya hanya menekankan kepada semua atlet untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka karena ini merupakan kesempatan luar biasa bagi mereka untuk bertanding di kancah internasional," kata Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Edward Hutahayan.

Sementara itu asisten pelatih para-angkat berat DIY, Untung Subagyo mengaku tidak terlalu kaget mendapati atletnya, Elsa dan Dwiska mampu memperoleh medali emas pada ajang internasional tersebut.

Namun ia menyebut sejak persiapan dilakukan Elsa dan Dwiska tidak diproyeksikan untuk mengikuti ajang di kelas pelajar, akan tetapi pelatihan yang diberikan sudah pada tahap persiapan untuk ajang yang lebih tinggi lai semisal Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021.

"Waktu Peparnas kemarin Dwiska dan Elsa menorehkan rekor di angkatan 90kg dan 80kg, jadi tidak terlalu kaget mereka bisa dapat medali di Bahrain," ujarnya.

Di sisi lain, Untung menceritakan jika wasit di Bahrain cukup dikagetkan dengan rekor angkatan yang dilakukan oleh keduanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved