Breaking News:

Belajar dari Kasus KSP Sejahtera Bersama, Pemkot Yogyakarta Imbau Warga Tak Tergiur Iming-iming 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta warga masyarakat supaya tidak tergiur iming-iming keuntungan besar yang ditawarkan sebuah koperasi.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta warga masyarakat supaya tidak tergiur iming-iming keuntungan besar yang ditawarkan sebuah koperasi.

Hal itu, sebagai antisipasi kerugian materi, merujuk pada kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama. 

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya pun sempat mendapat aduan dari para anggota koperasi tersebut, meski statusnya di kota pelajar hanya sebatas kantor cabang semata. 

Baca juga: Kisah Desainer Tari Made Pulang dari New York Indonesia Fashion Week 2021, Kenalkan Batik di Amerika

"Kita sudah mengimbau, jangan percaya pada hal-hal yang tidak realistis. Itu kan semacam menanam saham begitu, satu, dua bulan lancar. Padahal, pembagianya sebenarnya diputar dari uangnya sendiri," katanya, Senin (6/12/2021). 

Walau begitu, Riyanto pun menyadari, di masa seperti ini, terkadang masyakat begitu mudah terbuai oleh janji manis yang ditawarkan para pengelola jasa keuangan. Dengan harapan, bisa mendapat keuntungan secara praktis. 

"Jangan percaya yang seperti itu, di era sekarang ini kan kadang akal sehat terkesampingkan," katanya. 

Lebih lanjut, ia mendorong supaya para anggota koperasi bisa lebih jeli dalam memantau perkembangan koperasinya masing-masing. Menurutnya, sifat kritis tersebut sanggup meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. 

Baca juga: Geliatkan Ekonomi Warga, DPC PKS Wirobrajan Gulirkan Bazaar UMKM 

"Saat ada RAT, atau rapat-rapat sejenis, jangan sekadar datang untuk ambil SHU dan sebagainya. Tapi, ikuti juga perkembangan koperasinya," tandasnya. 

"Misalnya, ada pengurus yang memberikan tawaran secara personal, ya harus dikomunikasikan dengan pengurus yang lain dulu, jangan asal percaya," imbuh Riyanto. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved