Breaking News:

Pendapat Ahli Soal Status Tanah Sekolah di Gunungkidul

Menurut Pakar Hukum Perdata Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr Y Sari Murti Widyastuti SH MHum, Pemkab Gunungkidul

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUN JOGJA/Istimewa
SD Negeri Mulusan di Kapanewon Paliyan, Gunungkidul. Bangunan sekolah diketahui berdiri di tanah yang masih dimiliki oleh warga. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Menurut Pakar Hukum Perdata Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr Y Sari Murti Widyastuti SH MHum, Pemkab Gunungkidul perlu menelusuri terlebih dahulu terkait perjanjian di antara pemilik lahan dan sekolah.

“Perlu dilihat dulu, dulu rembukannya bagaimana. Itu ditelusuri terlebih dahulu. Kalau dibilang ada perjanjian, perjanjiannya seperti apa? Tertulis atau lisan?” bukanya ketika dihubungi Tribun Jogja, Jumat (3/12/2021) malam.

Sari melanjutkan, kalau perjanjian berupa tulisan, maka harus ditelaah juga isi dari tulisan tersebut seperti apa.

Dari situ bisa terlihat, dulu itu apakah hanya sekadar diberikan kesempatan untuk menggunakan lahan selama belum dipakai oleh pemilik atau memang ada hubungan hukum lain.

Ia mengatakan, hubungan hukum lain di antaranya, persewaan dan lain sebagainya.

“Nah, tapi kalau bangunan itu dibuat berdasarkan pembiayaan negara, apakah itu APBN maupun APBD, rasanya tidak mungkin kalau statusnya bukan tanah negara. Padahal, di Yogyakarta itu memang tidak ada tanah negara,” katanya.

Dijelaskannya, di Yogyakarta tidak ada status tanah negara, namun yang ada adalah tanah kasultanan atau kadipaten. Sebagian tanah di desa diserahkan kepada perangkat desa dengan maksud agar desa memiliki penghasilan.

Maka, ada yang namanya Tanah Kas Desa (TKD).

“TKD itu untuk menghidupi desa, kemudian ada tanah palungguh untuk perangkat desa, ada tanah pengarem-arem untuk orang pensiun. Juga ada tanah untuk menyelenggarakan kepentingan publik, seperti sekolah, rumah sakit (RS), atau jalan,” urainya.

Dari penjabaran tersebut, Sari mengungkapkan, perlu dilihat asal-usul tanah yang digunakan untuk membangun sekolahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved