Breaking News:

Headline

Lahan Sekolah Bermasalah di Gunungkidul, Pemkab Diminta Turun Tangan

Sejumlah sekolah di Kabupaten Gunungkidul disebut masih berpolemik dengan status kepemilikan tanah, yang hingga saat ini belum ada penyelesaian.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUN JOGJA/Istimewa
SD Negeri Mulusan di Kapanewon Paliyan, Gunungkidul. Bangunan sekolah diketahui berdiri di tanah yang masih dimiliki oleh warga. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah sekolah di Kabupaten Gunungkidul disebut masih berpolemik dengan status kepemilikan tanah. Hingga kini, belum ada titik penyelesaian menyangkut masalah tersebut.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Kiswara, tak menampik adanya permasalahan tersebut.

"Jumlah persisnya (sekolah yang lahannya bermasalah) belum diketahui," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Dia beralasan, masalah ini baru diketahui berdasarkan informasi kasus per kasus.

Sedangkan pihaknya sendiri belum memiliki rincian data terkait lahan kepemilikan sekolah yang bermasalah.

Namun ia mengetahui beberapa di antaranya, mengacu pada informasi yang diterima. Seperti di SD dan SMP Negeri 1 Gedangsari, kemudian satu SMP di Kapanewon Girisubo.

"Masalah di sekolah-sekolah tersebut serupa, soal status tanah yang digunakan," jelas Kiswara.

Ia sendiri mengakui perlu ada pembahasan bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut. Disdikpora Gunungkidul pun siap untuk melakukan pendataan.

Namun Kiswara mengatakan prosesnya tidak bisa dilakukan Disdikpora sendiri. Perlu dilakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

"Seperti dengan Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) hingga Inspektorat Daerah," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved