Breaking News:

Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Peringati Hari Menanam Pohon Sedunia, Sebanyak 10 Ribu Pohon Ditanam di Desa Keningar Magelang

Dengan penanaman pohon ini, diharapkan kondisi air tanah menjadi semakin baik dan debit air bisa terjaga sampai 40 tahun mendatang.

istimewa
Warga Desa Keningar, Dukun, Magelang saat menanam poho di lereng Merapi, Minggu (28/11/2021) lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ikut melestarikan dan memelihara lingkungan sekitar, Pemerintah Desa Keningar, Dukun Kabupaten Magelang menggelar kegiatan menanam 10 ribu pohon di lokasi bekas penambangan pasir dan lokasi rawan longsor di lereng Merapi.

Kegiatan tersebut, turut didukung wadah para Alumni SMA Negeri 2 Yogyakarta (Yasmanda), Forum Merapi Merbabu Hijau  serta  Green Leaf Surabaya.

Adapun, jenis yang ditanam meliputi, pohon Kepel, Nagasari, Alpukat Red Vietnam, dan Jambu Crystal. 

Kepala Desa Keningar Ahmad Sayyidin menuturkan, kegiatan menanam pohon sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan alam .

"Sekaligus memperingati hari menanam pohon sedunia yang jatuh pada 28 November," ucapnya pada Rabu (01/12/2021).

Baca juga: Muda-mudi Telkom Witel Magelang Daur Ulang Sampah di Kawasan Candi Borobudur

Ia melanjutkan, dengan menanam pohon di sekitaran lokasi Merapi akan menjaga ketersediaan air  tanah.

Selain itu, pohon juga dapat sebagai penahan  air hujan agar tidak terjadi longsor.

"Dipilihnya lokasi tambang dan sekitaran Merapi karena rawan akan bencana alam. Harapannya, ditanamnya pohon ini dapat meminimalisir dampak dari bencana,"ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yasmand, Ismet Hariawan mengatakan, kegiatan ini sebagai pembelajaran bagi siswa-siswi yang juga ikut dalam kegiatan agar lebih mencintai lingkungan.

"Dengan, menanam pohon berarti kita menanam kehidupan. Karena, pohon apabila terjaga akan tetap lestari hingga anak cucu kita kelar,"terangnya.

Untuk diketahui, berdasarkan pendataan Forum Merapi Merbabu Hijau, bahwa di daerah sekitar Magelang ada sekitar 300 titik air sudah diteliti dan diamati selama 6 tahun terakhir.

Hanya tinggal 19 titik yang debit airnya tetap, 64 titik debitnya cenderung menurun.

Dengan penanaman pohon ini, diharapkan kondisi air tanah menjadi semakin baik dan debit air bisa terjaga sampai 40 tahun mendatang. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved