Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Gasak Telepon dan Laptop Milik Bu Guru asal Jatinom Klaten, Seorang Resedivis Digulung Polisi

Tersangka leluasa melakukan aksi pencurian di rumah korban yang berprofesi sebagai guru honorer karena rumah dalam kondisi kosong.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Pelaku pencurian dihadirkan saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Kamis (2/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seorang residivis yang sudah dua kali keluar masuk bui kembali kena gulung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten.

Residivis berinisial HC (33) warga Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali itu digulung polisi lantaran diduga mencuri telepon pintar, laptop hingga perhiasan milik seorang guru honorer.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas itu melancarkan aksinya di sebuah rumah di Kampung Gatak, Kelurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jumat 29 Oktober 2021 sekira pukul 08.00 WIB.

Tersangka HC leluasa melakukan aksi pencurian di rumah korban yang berprofesi sebagai guru honorer itu karena rumah dalam kondisi kosong.

Baca juga: Polres Magelang Tangkap Pelaku Kasus Pencurian 16 Buah Tabung Gas Oksigen di RSUD Muntilan

"Setelah adanya laporan dari korban, Polsek Jatinom bekerja sama dengan tim Resmob Polres Klaten memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada," ucap Kapolsek Jatinom, Iptu Nahrowi saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Kamis (2/12/2021).

Nahrowi menjelaskan, awal mula terungkapnya kasus tersebut karena telepon yang dicuri oleh HC berhasil dilacak keberadaanya oleh polisi. Saat itu, telepon yang dicuri berada di daerah Kabupaten Boyolali.

"Setelah mengetahui posisi telepon lalu kita langsung datangi lokasi dan berhasil menangkap tersangka pada 29 November," ucapnya.

Saat dilakukan penangkapan, pria yang pernah sekolah hingga bangku SMP itu mengakui perbuatannya dan seterusnya dibawa ke Klaten untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, beberapa barang seperti laptop, perhiasan gelang dan cincin sudah dijual oleh tersangka.

Ia mendapatkan uang sekitar Rp 2,2 juta dari menjual barang-barang itu.

"Pengakuannya uang yang didapat dari hasil penjualan itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," jelas Nahrowi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved