Breaking News:

Gulirkan Program Dashat, Pemkot Yogyakarta dan BKKBN Berupaya Tekan Angka Stunting 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan gerakan masif untuk menekan angka stunting balita di wilayahnya. Salah satunya, lewat program Dashat

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Jajaran Pemkot Yogya dan BKKBN DIY, bersama pihak-pihak terkait, selepas peluncuran program Dashat di komplek Balai Kota Yogyakarta, Selasa (30/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan gerakan masif untuk menekan angka stunting balita di wilayahnya.

Salah satunya, lewat program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang diluncurkannya bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan DIY, Selasa (30/11/2021). 

Kepala BKKBN DIY, Shodiqin mengatakan, Dashat bakal dilaksanakan dalam tiga model pengelolaan, yakni model sosial, komersial, dan kombinasi.

Baca juga: Pemda DIY Targetkan Relokasi PKL Malioboro Awal Tahun 2022

Melalui program tersebut, tercakup beberapa agenda utama, antara lain pemberian makanan sehat dan bergizi kepada kelompok sasaran, meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

"Jadi, program ini akan kita lakukan di kampung keluarga berkualitas (KB) yang saat ini sudah tersebar di wilayah DIY. Kota Yogya punya angka stunting cukup baik ya, sekitar 12 persen. Sehingga, harapan kami bisa menjadi role model, untuk kabupaten lainnya di DIY," terangnya. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, program Dashat yang digulirkan bersama BKKBN tersebut, adalah adaptasi program Dapur Balita.

Sebagai informasi Dapur Balita merupakan program yang dicanangkan oleh Pemkot Yogyakarta selama masa pandemi Covid-19 ini, sebagai langkah pemenuhan gizi para anak. 

"Itu bagian dari upaya gotong royong masyarakat, untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak tetap tecukupi, di masa pandemi. Mungkin saja, karena pandemi, lalu ada penurunan kualitas gizi, akibat keluarga kehilangan pekerjaan, dan sebagainya," ungkap Heroe. 

"Sejauh ini, program itu sudah berjalan di 125 titik, ya, di bawah pengelolaan tim penggerak PKK. Meski memang itu belum merata di 45 kampung KB, yang ada di wilayah Kota Yogya. Tapi, terus kita dorong," imbuhnya. 

Baca juga: Pelaku Begal Payudara yang Viral di Media Sosial Klaten Dibekuk Polisi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani berujar, angka stunting di wilayahnya saat ini mengalami penurunan cukup signifikan dibanding sebelumnya. Yakni, dari 14,3 persen pada 2020, dan turun menjadi 12,8 persen di 2021. Hanya saja, ia mengakui, torehan ini, masih berada di bawah target. 

"Alhamdulillah turun cukup drastis, dan sudah di bawah angka nasional lagi. Tapi, sesuai renstra itu 12 persen. Jadi, belum memenuhi, ya. Kita masih ada sisa waktu ini, sampai akhir tahun. Nanti kita review lagi, semoga bisa turun lagi, setidaknya jadi 12 persen," ucapnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved