Breaking News:

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Tanamkan Cinta Bahasa Jawa Melalui Festival Sastra

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Festival Sastra Yogyakarta 2021. Tujuan kegiatan tersebut adalah

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Festival Sastra Yogyakarta 2021.

Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membangkitkan kehidupan sastra lokal di Yogyakarta sebagai Kota Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan Dinas Kebudayaan mengemban tugas untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya tradisional.

Baca juga: Hanya Ada Calon Tunggal untuk Ketum KONI Kota Yogyakarta Periode 2022-2026, Ini Penjelasannya

Menurut dia bahasa dan aksara Jawa merupakan aset budaya Yogyakarta.

"Ada banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan, ada workshop, drama musikal Hanacaraka, hingga film sastra. Semuanya dikemas dengan bahasa Jawa. Acara kami kemas dengan menarik agar bisa diterima oleh generasi muda. Karena kan kalau belajar bahasa dan aksara Jawa itu kan dipandang sulit, makanya kami buat agar menarik," katanya, Selasa (30/11/2021).

Ia menyebut kecanggihan teknologi saat ini membuat akses budaya luar semakin mudah. Sehingga banyak generasi muda yang cenderung mengakses budaya luar.

Ditambah lagi saat ini keluarga muda lebih banyak mengajarkan anak dengan bahasa Indonesia bahkan bahasa asing. Hal itu membuat bahasa Jawa kurang dikenal oleh warga Yogyakarta sendiri.

Untuk itu, ia ingin mendorong agar generasi muda dan masyarakat pada umumnya semakin tertarik dengan bahasa dan aksara Jawa.

Baca juga: FPTI Kota Yogyakarta Mulai Proses Pembangunan Papan Panjat Tebing Baru di Kawasan Tegalrejo

"Tidak apa-apa mengajarkan anak bahasa Indonesia bahkan bahasa asing, itu kekayaan juga. Tetapi tidak boleh lepas dari bahasa ibu. Bahasa Jawa itu kekayaan untuk membangun karakter, mulai dariunggah-ungguhnya terbangun, bahasa juga," ujarnya.

Saat ini sekolah masih mengajarkan bahasa Jawa, namun pembelajaran harus dikemas dengan menarik.

Dengan adanya Festival Sastra, ia berharap minat masyarakat dan generasi muda untuk belajar bahasa Jawa semakin meningkat.

"Memang perlu pembiasaan. Harus didorong supaya bahasa Jawa ini menjadi bahasa yang bisa digunakan sehari-hari. Kami dorong agar bahasa Jawa ini dicintaidan masryakat bangga," imbuhnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved