Breaking News:

Kabar Gembira, PNS di Pemkab Klaten Bakal Diguyur Tamsil Senilai Rp 139 Miliar

Sebanyak 10 ribu ASN di lingkungan Pemkab Klaten bakal diguyur tambahan penghasilan (Tamsil) senilai Rp 139 miliar pada 2022 mendatang.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Bupati Klaten Sri Mulyani (dua kanan) bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD Klaten saat menandatangi setah terima nota persetujuan tambahan penghasilan ASN di Gedung DPRD Klaten, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 10 ribu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Klaten bakal diguyur tambahan penghasilan (Tamsil) senilai Rp 139 miliar pada 2022 mendatang.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna yang digelar di DPRD Klaten pada Senin (29/11/2021.

Dalam rapur tersebut, usulan pemberian Tamsil bagi aparatur sipil negara (ASN) senilai Rp 139 miliar disetujui oleh DPRD Klaten.

Bupati Klaten, Sri Mulyani berharap dengan adanya kenaikan tambahan penghasilan ASN di Klaten itu dapat meningkatkan kinerja ASN dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.

"Tahapan demi tahapan prosesnya sudah kita lalui, angkanya memang cukup besar, tentunya harapan saya bisa diimbangi dengan kinerja ASN," ujar Mulyani saat TribunJogja.com temui seusai rapat paripurna di DPRD Klaten.

Menurut Mulyani, tambahan penghasilan sebesar Rp 139 miliar tersebut akan dibagikan kepada sekitar 10.000 ASN yang bertugas di Pemkab Klaten.

"Hampir 10 ribu ASN yang akan mendapat tambahan penghasilan itu dan itu besarannya tidak begitu besar kalau dibagi per satu ASN," katanya.

Baca juga: Nekat Gunakan Knalpot Brong, Puluhan Sepeda Motor di Klaten Diamankan Polisi

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Objek Wisata di Klaten Diperketat, ASN Dilarang Cuti

Mulyani menyebut, dengan menaikan tambahan penghasilan ASN yang bertugas di Klaten, beberapa kegiatan seperti perjalanan dinas akan ditekan.

"Tamsil kita naikan, perjalanan dinas, ATK, belanja makan minum kita tekan. Jadi semua biar ASN fokus dengan program kerja kegiatannya," jelasnya.

Menurut Mulyani, nantinya jika masih ada ASN yang bermalas-malasan bekerja tambahan penghasilannya bakal dikurangi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved