PTM SMK/SMA di Sleman Dihentikan Jika Temuan Siswa Positif Covid-19 Meluas 

Nantinya, jika temuan kasus positif Covid-19 semakin banyak, tidak menutup kemungkinan belajar luring terbatas di SMK/ SMA di Sleman bisa ditutup

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
FOTO: AFP/GRAFIS: FAUZIARAKHMAN
Tes swab PCR 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman terus menggelar swab sampling di sekolah SMA/SMK untuk mencegah penularan Covid-19.

Nantinya, jika temuan kasus positif Covid-19 semakin banyak, tidak menutup kemungkinan belajar luring terbatas di SMK/ SMA di Sleman bisa ditutup sementara. 

Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman, Priyo Santoso mengatakan, swab sampling dengan metode PCR bagi murid SMK/SMA di Sleman saat ini masih berjalan.

Ada 43 sekolah dari total 108 SMK/SMA di Sleman yang bakal dilaksanakan swab secara acak. 

Sasarannya dengan mengambil 30 persen dari jumlah sekolah di masing-masing Kapanewon.

Lalu, dalam satu sekolah, diambil swab minimal 10 persen dari total jumlah siswa dan 10 guru.

"Jika menemukan separuh, dari jumlah yang di-swab, dinyatakan positif (covid-19), maka bisa ditutup PTM-nya," kata dia, dihubungi Tribun Jogja, Sabtu (27/11/2021). 

Sekedar informasi, swab sampling bagi murid SMK/SMA di Sleman telah diawali sejak tanggal 24 November lalu dengan sasaran enam sekolah.

Hasilnya, ditemukan ada 19 siswa dan 1 guru dinyatakan positif covid-19.

Rinciannya, 13 siswa dan 1 guru dari SMKN 1 Tempel. Kemudian SMAN 1 Cangkringan (2 siswa); SMAN 1 Pakem (2 siswa) dan SMAN 1 Seyegan (2 siswa).

Baca juga: 19 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Fak-Fak dan Purbalingga Terjadi 4 Pekan Terakhir

Baca juga: Pemda DIY Menimbang Opsi Tutup PTM Sikapi Kasus Covid-19 yang Terus Bemunculan

Sekolah yang muridnya ditemukan positif covid-19 saat ini telah menghentikan pembelajaran tatap muka.

Priyo mengungkapkan, tracing sebagai upaya memutus mata rantai penularan telah dilakukan.

Kemudian, bagi 13 murid SMKN 1 Tempel yang dinyatakan positif covid-19 saat ini juga telah menjalani perawatan di isolasi terpusat (Isoter) Asrama Haji. Mayoritas berstatus orang tanpa gejala (OTG). 

"Kondisi anak-anak saat ini sehat. Mayoritas OTG. Laporan yang saya terima, mereka senang. Pihak sekolah juga sudah memberikan bantuan logistik," kata dia. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved