Breaking News:

Tiga Pengguna Jalan di Sleman Didenda Rp 50 Ribu Setelah Memberi Uang Rp 1.000 Pada Pengamen

Tiga orang pengguna jalan terpaksa berurusan dengan hukum seusai memberi uang sebesar Rp 1.000 kepada pengamen manusia silver, di simpang tiga Jalan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
dok Satpol PP DIY
Proses sidang tipiring pelanggar perda DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis, Jumat (24/11/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tiga orang pengguna jalan terpaksa berurusan dengan hukum seusai memberi uang sebesar Rp 1.000 kepada pengamen manusia silver, di simpang tiga Jalan Solo, Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (24/11/2021) siang.

Tiga orang itu adalah warga Prambanan, dan dua orang lainnya adalah warga Kalasan, Kabupaten Sleman.

Mereka telah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman Jumat (26/11/2021) siang tadi.

Baca juga: Bus Trans Jogja Terperosok di Galian Jalan Kaliurang Sleman, Penumpang Dialihkan

Ketiga orang itu pun telah diputus bersalah oleh majelis hakim, sebab melanggar peraturan daerah (Perda) DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis, khususnya di pasal 22 ayat (1).

"Jadi tim kami melakukan operasi yustisi tentang penegakan perda 1 tahun 2014 tentang gelandangan dan pengemis. Tiga orang itu kedapatan memberi uang ke manusia silver, lalu kami tangkap," kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY, Nur Hidayat, Kamis (26/11/2021).

Nur Hidayat menjelaskan, pengenaan pidana denda bagi pemberi uang kepada gelandangan dan pengemis merupakan yang pertama kali dilaksanakan Pemda DIY 

"Terlepas dari pemberian pidana denda yang tidak terlalu tinggi, ini sudah merupakan progress bagi Satpol PP DIY. Karena bagaimanapun maraknya pengemis dan gelandangan di DIY harus dicari solusi bersama," jelasnya.

Dikatakan Nur Hidayat, tiga pengguna jalan itu telah dijerat tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan ketentuan memberi uang dan atau barang dalam bentuk tertentu kepada gelandangan dan pengemis sebagaimana dimaksud PASAL Pasal 24 ayat (5) Jo Pasal 22 ayat (1) Perda Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Penganganan Gelandangan dan Pengemis Jo Pasal 37 ayat (1) Perda DIY Nomor 8 Tahun.

"Dan hakim memberi putusan denda Rp 50 rupiah, kurungan penjara dua hari. Tetapi mereka memilih bayar denda Rp 50 ribu," ungkapnya.

Putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap dan tiga terdakwa telah menyepakati hasil putusan tersebut.

Baca juga: Sejumlah Peserta PTM Terpapar Covid-19, Legislatif Minta Pemkot Yogyakarta Lakukan Pengawasan Masif

Nur Hidayat mengimbau kepada masyarakat DIY supaya tidak memberi uang maupun benda kepada gelandangan dan pengemis di tempat umum.

Dia juga menegaskan, operasi yustisi itu akan tetap digencarkan hingga Desember 2021.

"Operasi tetap kami gencarkan, kami imbau masyarakat tidak memberi uang di tempat umum. Sebab ini amanah perda," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved