Breaking News:

Sport

Tak Pasang Target Dapat Medali, Sembilan Atlet FST Tanpa Diduga Borong Medali

Atlet Fighting Soul Taekwondo (FST) Yogyakarta meraih sembilan medali dalam Seoul international Open Children Championship 2021 pada nomor poomsae.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Sembilan atlet FST yang meraih medali di kejuaraan international 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Atlet yang tergabung di dojang Fighting Soul Taekwondo (FST) Yogyakarta tanpa diduga berhasil meraih sembilan medali dalam kejuaraan tingkat internasional, Seoul international Open Children Championship 2021 pada nomor poomsae.

Sembilan medali itu dipersembahkan masing-masing lima medali emas oleh Akbarru Massri Ramadhan, Kenichi Aria Sung, Muhammad Farhan Siddiq, Kayla Alya Pratama, dan Aqila Ramasela.

Kemudian medali perak dipersembahkan oleh dua atlet, Aidan Arya Subianto dan Muhammad Abran Nowo Aji.

Sementara dua medali perunggu diraih oleh Muhammad Farras Azmi dan Akifa Thoa Rianna.

Baca juga: Kayla Alya Pratama Sabet Empat Medali di Kejuaraan Taekwondo Kurang dari Satu Tahun

Kejuaraan yang dilaksanakan pada 20-21 November 2021 kemarin itu menurut founder FST, Anditya Rangga Yudhanta sejak awal tidak memberikan target kepada atletnya untuk meraih medali.

Maka torehan ini benar-benar di luar ekspektasi sekaligus membuat bangga klub yang menaungi kesembilan atlet tersebut.

"Karena ini event internasional yang mana open tournament pasti tidak ada kelas pemula, dan kalau kita lihat sembilan atlet FST yang ikut kemarin di open tournament, semuanya tergolong pemula. Dari sana kami berfikir sangat kecil kemungkinan akan mendapatkan medali," katanya kepada Tribunjogja.com, Jumat (26/11/2021).

Selebihnya, Rangga melihat jika kejuaraan internasional kali ini dihelat oleh tanah kelahiran olahraga taekwondo, Korea Selatan, sehingga ekspektasi merebut medali pastinya bakal cukup sulit.

"Event ini diselenggarakan oleh asal negara taekwondo yaitu Korea. Jadi pemikiran kami benar-benar sangat kecil kemungkinan mendapatkan medali. Tapi ternyata sungguh diluar dugaan kami bisa menggeser tuan rumah dari event ini. Apalagi untuk ikut event ini gratis pasti yang ikut banyak dari berbagai negara yang kemampuannya diatas kami. Maka dari itu kami bersyukur dapat hasil ini dan bisa mengibarkan bendera merah putih meski hanya di papan skor," bebernya.

Lantas faktor apa yang menyebabkan kesembilan atlet FST meraih medali dalam kejuaraan yang digelar daring ini?

Baca juga: Tiga Atlet Taekwondo FST Sabet Tiga Medali dalam Kejuaraan Tingkat Nasional

Rangga menjelaskan kalau tidak ada yang spesial dari persiapan, namun seluruh atlet memiliki kemauan besar untuk menorehkan prestasi pada kejuaraan kali ini.

"Faktor semangat dan kemauan anak yang Besar, yang membuat penampilannya jadi Maksimal.Dan tentunya faktor kedua doa dan dukungan dari orang tua khususnya dan doa semua pihak utk Kita tampil maksimal meskipun tanpa memasang target, dan kami anggap Kecil kemungkinan presentasi mendapat medali dalam event ini," tambahnya.

Senada dengan Rangga, pelatih FST, Devi Allicia tak menyangka sembilan atletnya mampu tampil maksimal dan memboyong medali ke DIY.

"Awalnya kami tidak berani memasang target dan mengirimkan sembilan atlet dengan harapan bisa tampil maksimal dan melatih mental," ucapnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved