Breaking News:

Berita Kulon Progo Hari Ini

Siap Siap, Alun-alun Wates di Kulon Progo Bakal Ditutup Selama 3-7 Hari Saat Nataru

Penutupan sementara Alun-alun Wates untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat yang bisa menjadi penyebaran Covid-19.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Suasana Alwa yang berada di Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Jumat (26/11/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo akan menutup sementara kawasan Alun-alun Wates (Alwa) selama libur natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru).

Penutupan Alwa dilakukan selama 3-7 hari. 

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan upaya ini untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan masyarakat yang bisa menjadi penyebaran Covid-19.

Baca juga: Komisi IV DPRD Kulon Progo Harapkan PPKM Level 3 Saat Nataru Hanya Perketat Prokes

Sehingga dikhawatirkan terjadi peningkatan kasus pasca Nataru

Adapun penutupan kawasan Alun-alun tertuang di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 62 tahun 2021 yang berlaku mulai 24 Desember 2021-2 Januari 2022.

"Kalau itu (penutupan Alwa) sudah menjadi ketentuan, kita akan menutup secara sementara. Kita akan melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan paguyuban pedagang kreatif lapangan (PKL) untuk mengaturnya," kata Fajar, Jumat (26/11/2021). 

Meski kawasan Alwa ditutup, para PKL masih tetap diperbolehkan untuk berjualan tetapi di tempat lain.

Artinya tidak di kawasan Alwa. 

Baca juga: Satgas Covid-19 Kulon Progo Tunggu Pedoman Resmi Kebijakan PPKM Level 3 Saat Nataru

Sedangkan, saat Nataru nanti destinasi wisata di Kulon Progo masih diperbolehkan untuk beroperasional dengan tetap memperketat protokol kesehatan (prokes). 

Pria yang juga menjabat sebagai ketua gugus tugas penanganan Covid-19 ini mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu regulasi dari pemerintah daerah (pemda) sebagai pedomannya untuk melakukan pengetatan. 

"Yang ditekankan juga oleh Gubernur DIY, upaya antisipasi mulai dari sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana yang dilakukan mulai sekarang tidak harus menunggu saat Nataru. Menurut beliau (Gubernur DIY) kenaikan kasus terjadi sangat cepat sekali. Sementara upaya untuk menurunkan kasus agak lama," ucapnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved