Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

Tak Punya Uang untuk Menikah, Pasutri Siri Nekat Mencuri Emas Berlian Milik Majikan di Sleman

Akibat perbuatannya, keduanya gagal meresmikan pernikahannya. Sebab keduanya harus meringkuk di balik jeruji besi.

Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pasangan suami dan istri siri diamankan Polsek Ngaglik.

Bukan tanpa alasan, pasangan berinisial SK (27) dan CS (27) tersebut melakukan pencurian Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, AKP Budi Karyanto mengatakan pasangan tersebut mencuri emas dan berlian di sebuah apartemen.

Pencurian tersebut dilaksanakan pada Senin (15/11/2021) lalu.

Baca juga: Gondol Laptop dari Kamar Kos, Pencuri Ini Ketahuan Korbannya yang Baru Pulang, Lalu Diteriaki Maling

"Keduanya mencuri di apartemen majikannya. Pasangan ini merupakan asisten rumah tangga korban. Yang dicuri emas, berlian," katanya, Kamis (25/11/2021).

Karena sehari-hari kedua pelaku berada di rumah korban, maka pelaku sudah mengetahui peta rumah tersebut.

Agar tidak ketahuan, keduanya mencuri pada saat korban menjemput anaknya sekolah.

"Pada saat kejadian, korban sedang menjemput anaknya sekitar pukul 11.50. Sekitar 12.30 korban samapi di apartemen. Korban mendapati pintu almari sudah dalam keadaan terbuka. Setelah itu korban mengecek barang-branag berharga, tetapi sudah tidak ada," sambungnya.

Petugas yang menerima laporan kemudian segera melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku.

Pelaku SK dan CS diamankan di Gunungkidul, Minggu (21/11/2021) kemarin.

Dari hasil  penyidikan, otak pencurian adalah SK.

Sedangkan alasan mencuri adalah untuk meresmikan pernikahannya.

Setelah mencuri, emas dan berlian tersebut kemudian dijual seharga Rp 31 juta.

Baca juga: Polda DIY Tangkap Pasutri Pencuri Data Kartu Kredit untuk Belanja Kripto, Kerugian Capai Rp 295 juta

Sebagian hasil penjualannya sudah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar hutang.

"Sudah menikah siri, tetapi butuh uang untuk meresmikan pernikahannyadi daerah asal yang perempuan, SK," bebernya.

"Hasil kejahatan sudah dimanfaatkan untuk beli HP, membayar utang, untuk kebutuhan sehari-hari, dan lainnya. Sudah digunakan Rp 9 juta dari total penjualan Rp 31 juta," imbuhnya.

Akibat perbuatannya, keduanya gagal meresmikan pernikahannya.

Sebab keduanya harus meringkuk di balik jeruji besi.

Pasangan tersebut disangkakan pasal 362 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved