Breaking News:

Serapan Anggaran Rendah, Dana Pemda Nganggur Rp 226 Triliun

Jokowi menyoroti anggaran pemerintah daerah (pemda) yang justru makin banyak menganggur di bank.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mendampingi Presiden RI Joko Widodo, Selasa (9/11/2021) saat meresmikan Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam di pelataran patung Dr. (H.C.) Ir. Sukarno 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti anggaran pemerintah daerah (pemda) yang justru makin banyak menganggur di bank. Padahal, kata Jokowi, tahun 2021 tinggal satu bulan lagi. Seharusnya, pemda gencar menghabiskan anggaran untuk pembangunan daerahnya.

Presiden mendapati laporan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati bahwa dana pemda di bank mencapai Rp226 triliun. Padahal akhir Oktober 2021 lalu, anggarannya lebih kecil, yakni sekitar Rp170 triliun.

"Saya dulu peringatkan di Oktober, Rp170 triliun (dana yang menganggur di bank). Ini naik menjadi Rp226 triliun. Ini perlu saya ingatkan, uang kita sendiri saja tidak digunakan, kok ngejar orang lain untuk uangnya masuk. Logikanya enggak kena," kata Jokowi saat acara Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 yang disiarkan kanal YouTube BKPM TV, Rabu (24/11/2021).

Jokowi mengatakan, jika sepertiga dana APBN disalurkan kepada pemda karena adanya otonomi daerah. Nilainya, sekitar Rp642 triliun dana APBN. Namun, Kepala Negara menyesalkan jika pemda tak cepat dalam menyerap anggaran. Sehingga dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum, justru masih tersimpan di bank.

"Tapi saya harus ngomong apa adanya. Kita tahu defisit APBN tidak kecil, Rp548 triliun. Sebagian dari APBN dikirim melalui transfer ke daerah sebanyak Rp642 triliun baik provinsi, kabupaten," ungkap Jokowi.

"Artinya, itu uang yang siap Rp642 triliun. Kita belum gunakan uangnya orang lain, uang yang kita sendiri saja, Rp642 triliun. Saya harus ngomong apa adanya, masih ada tadi (kemarin) pagi. Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi. Tidak turun justru naik," jelas Jokowi.

Untuk itu Jokowi mengimbau pemda, baik gubernur maupun bupati/wali kota segera menghabiskan anggaran sebelum menarik investasi. Bila dana yang berasal dari dua sumber itu terealisasi dengan baik, maka multiplier effect-nya pun akan tercipta.

"Uang kita sendiri dihabiskan segera, direalisasikan segera, baru cari investor untuk uang datang. Logika ekonominya seperti itu. Ini masih Rp226 triliun, lho. Gede sekali ini," pungkas Jokowi.

Jokowi mengatakan, investasi adalah jangkar pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Presiden juga menyebut, investasi bisa menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi. Dia senang karena ada beberapa kementerian/lembaga, provinsi, maupun kabupaten/kota yang mendapatkan anugerah dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), baik yang berkaitan dengan realisasi investasi maupun urusan perizinan.

Secara spesifiik, Presiden Jokowi menyebut provinsi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang memiliki realisasi investasi yang cukup cemerlang. "Realisasi investasi bagus di Jawa Barat," tutur Presiden.

Namun, Jokowi mengingatkan bahwa realisasi tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada peranan pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah daerah harus turun tangan mengawal realisasi investasi. Jangan sampai, investasi yang datang tak diberikan pelayanan baik.

“Belum tentu kita layani dengan baik, investasi akan datang, apalagi tidak dilayani. Dilayani saja belum tentu investor datang, apalagi tidak dilayani dengan baik. Oleh sebab itu, pola lama, hal jadul harus ditinggalkan,” ucap Jokowi. (Tribun Network)

Baca Tribun Jogja edisi Kamis 25 November 2021 halaman 11

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved