Breaking News:

Kewajiban Salat Jumat, Hukum, Ketentuan, dan Ancaman bagi yang Tidak Menjalankan

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
SAFIN HAMED / AFP
Umat Muslim Salat Berjamaah 

Ancaman Meninggalkan Jum'atan (Shalat Jum'at)

Banyak riwayat yang menyebutkan ancaman bagi orang yang meninggalkan jum'atan sebanyak 3 kali dengan sengaja atau tanpa udzur.

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ، أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ، ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

Artinya :

”Hendaknya orang yang suka meninggalkan jumatan itu menghentikan kebiasaan buruknya, atau Allah akan mengunci mati hatinya, kemudian dia menjadi orang ghafilin (orang lalai).” (HR. Muslim 865)

Hadis dari Abul Ja’d ad-Dhamri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Artinya :

”Siapa yang meninggalkan 3 kali jumatan karena meremehkan, maka Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Ahmad 15498, Nasai 1369, Abu Daud 1052)

Hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ، ثَلَاثًا، مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ، طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Artinya :

“Siapa yang meninggalkan jumatan 3 kali, bukan karena darurat, Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Ibnu Majah 1126)

Dari Usamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَمِعَ الْأَذَانَ ثَلَاثَ جُمُعَاتٍ ثُمَّ لَمْ يَحْضُرْ كُتِبَ مِنَ الْمُنَافِقِينَ

Artinya :

"Siapa yang mendengar adzan jumatan 3 kali, kemudian dia tidak menghadirinya maka dicatat sebagai orang munafik. (HR. Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir,no. 728).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من ترك ثلاث جمع متواليات من غير عذر طبع الله على قلبه

Artinya :

“Siapa yang meninggalkan jumatan 3 kali berturut-turut tanpa udzur, Allah akan mengunci mati hatinya.” (HR. At-Thayalisi dalam Musnadnya 2548).

Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,

من ترك الجمعة ثلاث جُمَع متواليات، فقد نبذَ الإِسلام وراء ظهره

Artinya :

”Siapa yang meninggalkan jumatan 3 kali berturut-turut, berarti dia telah membuang islam ke belakang punggungnya.” (HR. Abu Ya’la secara Mauquf 732).

pelajaran yang bisa kita catat, antara lain :

1. ‘Allah kunci hatinya’ bermakna Allah menutup hatinya dan menghalangi masuknya hidayah dan rahmat ke dalam hatinya.

2. Digantikan dengan kebodohan, sifat beringas, dan keras kepala.

3. hatinya seperti hati orang munafik.

ALHAMDULILLAH - Jamaah melakukan salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (20/8/2021). Masjid Istiqlal dibuka lagi untuk umum seusai ditutup semenjak PPKM darurat, namun hanya boleh terisi 25 persen dan jamaah harus menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19.
ALHAMDULILLAH - Jamaah melakukan salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (20/8/2021). Masjid Istiqlal dibuka lagi untuk umum seusai ditutup semenjak PPKM darurat, namun hanya boleh terisi 25 persen dan jamaah harus menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Praktik Salat Jum'at

1.  Membaca Lafast Niat Shalat jum'at

Untuk Makmum :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushollii fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta'aala.

Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta'ala.

Untuk Imam :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.

Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi imam, karena Allah ta'ala.

2. Mengangkat tangan (لله اكبر) (Allaahu akbar) Allah Maha Besar.

3. Setelah Takbir Ihram Lalu Membaca Doa Iftitah dalam Hati

4. Setelah Doa Iftitah lalu diteruskan dengan membaca Surat Al-Fatihah

Lalu Diteruskan Dengan membaca surat Pendek yang mudah Dihafal.

5. Rukuk

kemudian membaca tasbih sebagai berikut :

(3x).سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal 'adzhiimi wabihamdih (3x)

Maha Suci Tuhan (Allah) Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.

6. I'tidal

Membaca sebagai berikut :

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

SamiAllahulimanhamidah,

Rabbana Lakal Hamdu Mil Ussamaawati Wamil Ul Ardi Wamil Umaasikta Min Syai'in Ba'du.

Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.

7. Sujud

Lalu membaca sebagai berikut

(3x).سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x)

Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

8. Duduk antara dua sujud

Setelah sujud lalu membaca allahu akbar dan duduk membaca :

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii

Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah keampunan padaku.

9. Sujud Kedua, membaca kalimat seperti sujud pertama

10. Berdiri kembali sambil mengucapkan "allahu akbar" dan membaca Surat Al-Fateha dan surat-surat pendek

11. Rukuk Kedua

12. I'tidal kedua

13. Sujud ketiga

14. Duduk antara dua sujud kedua

15. Sujud Kedua kempat

16. Tasyahud (Tahyatul Akhir)

Dengan cara duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri di duduki

Kemudian membaca Bacaan tasyahud akhir dan doa.

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullooh. Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad. Kama Shollaita Ala Sayyidina Ibrahim wa alaa aali sayyidina Ibrahim, wabaarik ala Sayyidina Muhammad Wa Alaa Ali Sayyidina Muhammad, Kama barokta alaa Sayyidina Ibrahim wa alaa ali Sayyidina Ibrahim, Fil aalamiina innaka hamiidummajid.

Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.”

17. Salam

Sambil mengucapkan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

Assalaamu 'alaikum warahmatullaah.

Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian.

Waktu membaca salam yang pertama muka kiri menengok ke kanan dan waktu salam yang kedua muka kita menengok ke kiri Dengan salam ini maka berakhirlah salat kita.

Terjemahan Kitab Fikih, Bab Salat Wajib. ( MG - Ahmad Muhaimin Nurrudin)

Wallahu a'lam bishawab

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved