Breaking News:

Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Dinkop UKM DIY Gelar FGD Masterplan Akhir Desa Budaya Bangunkerto

Desa Mandiri Budaya bukan untuk Dinkop UKM dan Paniradya Kaistimewaan DIY, melainkan untuk kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Bangunkerto.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Para narasumber membahas masterplan akhir pengembangan desa budaya di Bangunkerto, Sleman, Kamis (25/11/2021) 

"Harus ada personafikasi misalnya Bangunkerto elok, molek, atau apa supaya masyarakat penasaran. Dan brandingnya bukan hanya lokal saja, tetapi internasional juga," ujarnya.

Sementara, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota FT UGM M Sani Roychansyah mengatakan, hampir 30 tahun yang lalu sudah bermunculan desa budaya di DIY.

Data saat itu ada 32 desa budaya, hingga 2015 kemarin keberadaan desa budaya di DIY bertambah menjadi 56 desa.

"Dengan penetapan desa budaya, maka skema lain diharapkan bisa berkembang," jelasnya.

Secara teori Sani menjelaskan, manifestasi desa budaya harus ditentukan sesuai kategori di antaranya desa yang tumbuh, berkembang, atau maju.

Dengan mengidentifikasi apakah sebuah desa berkembang lantaran murni sebagai desa budaya, desa wisata, desa preneur, atau desa prima.

"Perlu juga menyiapkan sistem aktivitas wisatamya. Mulai dari akses, atraksi dan amenitas. Banyak desa wisata yang tidak dapat bertahan, oleh sebab itu pertimbangan itu penting," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved