Akhir Cerita Pembunuhan Guru TK di Gresik, Terduga Pelaku Nekad Tabrakan Diri ke Kereta
Joko Sumarsono nekad menabarakan diri ke kereta di wilayah Jombang pada Rabu (24/11/2021) sore.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GRESIK - Terduga pelaku pembunuhan istri dan penganiayaan terhadap anak sendiri di Gresik, Jawa Timur, Joko Sumarsono memilih mengakhiri hidup dengan cara menabrakan diri ke kereta api.
Joko Sumarsono nekad menabarakan diri ke kereta di wilayah Jombang pada Rabu (24/11/2021) sore.
Pria yang diduga menghabisi istrinya sendiri dengan cara memukul kepala menggunakan tabung gas ini meninggal di perlintasan kereta api double track di wilayah Perak Kabupaten Jombang pada Rabu (24/11/2021) sekitar pukul 15.42 WIB.
Aksi nekad Joko Sumarsono tersebut dilakukan beberapa jam setelah membunuh istrinya.
Saat itu dia jalan kaki melintasi jalur rel Kereta Api KM 89+570.
Pada saat yang bersamaan, petugas jalur lintasan 79 telah menutup palang pintu perlintasan, karena akan melintas Kereta Api Jayakarta jurusan Surabaya – Pasar Senen Jakarta.
Sewaktu Kereta Api yang datang dari arah timur melaju ke barat itu melintas, Joko Sumarsono menghadangnya dan terpental puluhan meter.
Joko meninggal di lokasi kejadian dan jasadnya ditutupi daun pisang sebelum dievakuasi ke RSUD Jombang.
Kasatreskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizki Saputro membenarkan bahwa laki-laki yang tewas menabrakkan diri ke Kereta Api di wilayah Jombang adalah Joko Sumarsono.
Terduga pelaku yang tega menghabisi nyawa istri dan menganiaya anaknya hingga kritis.
"Iya benar mas," ucap Wahyu singkat dikutip Tribunjogja.com dari Surya.co.id.
Kondisi jasad Joko Sumarsono sungguh mengenaskan. Dia terlempar beberapa meter usai menabrakkan diri ke kereta api.
Kondisi jasad pria berusia 63 tahun itu mengalami luka berat di kepala. Kepalanya pecah akibat benturan keras.
Baca juga: Kronologi Guru TK di Gresik Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar, Diduga Dihantam Tabung Gas
Joko ditemukan mengenakan pakaian hitam, celana hitam, kaos abu-abu. Joko tidak membawa identitas apapun.
Kepala Desa Bambe, Mudjiono membenarkan bahwa pria yang ditemukan tewas di dekat rel kereta api itu adalah Joko Sumarsono.
Suami Triyana (55) yang meninggalkan rumah usai menghabisi nyawa istrinya pada pagi tadi sekitar pukul 07.30 Wib.
Joko juga menganiaya anaknya bernama Zada Talitha (25) hingga kritis.
"Benar itu pak Joko, saya sekarang menuju Jombang bersama tim Polsek Driyorejo," ucap Mudjiono melalui sambungan seluler, Rabu (24/11/2021) malam.
Kini, jasad Triyana telah dimakamkan di pemakaman Desa Bambe.
Sedangkan jasad Joko Sumarsono rencananya akan dimakamkan di lokasi yang sama.
Sementara kondisi Zada Talitha masih dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina, Kabupaten Gresik.
Kronologi Kejadian
Sebelum ditemukan tewas, Triyana yang sehari-hari menjadi guru TK ini diketahui sempat cekcok dengan suaminya sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepala Dusun Bambe Nasib Budiono (49) mendatangi lokasi usai mendapat laporan warga.
Curiga kondisi rumah Tiana yang masih tertutup rapat, ia akhirnya memberanikan diri masuk ke rumah yang berada di pinggir jalan raya Bambe itu, melalui pintu belakang.
Dia melihat dua orang tergeletak tak berdaya dengan tubuhnya bersimpah darah. Melihat hal itu ia langsung meminta bantuan.
"Saya langsung minta tolong dan lapor ke Kepala Desa setelah itu mereka ramai-ramai membuka rumah korban," terangnya.
Zada yang sebelumnya tergeletak di lantai langsung mendapatkan pertolongan pertama. Pasalnya, Zada kondisinya masih hidup namun mengalami luka berat.
"Triyana tewas ditutup bantal," kata dia.
Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, diduga Triyana tewas setelah dihantam tabung elpiji.
Selain itu, Triyana juga dilukai menggunakan gunting.
Sementara Zada ditusuk wajah dan tangannya menggunakan senjata tajam.
Zada merupakan anak kedua dari pasangan Joko dan Triyana.
Polisi memperkirakan tewasnya Triyana belum beberapa lama, setelah korban ditemukan meninggal.
Sebab, bagian kepala guru TK tersebut masih mengeluarkan darah segar.
Jasad Triyana masih berada di kamar mayat RSUD Ibnu Sina.
Sedangkan sang anak menjalani perawatan intensif di tempat yang sama karena kondisi kritis.
Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizky mengatakan saat korban ditemukan, suami korban tidak ada di lokasi.
"Suaminya tidak ada. Hanya ada ibu dan anak, keduanya korban. Penyelidikan lebih lanjut. Kondisi korban bersimbah darah di dalam kamar posisi selimut penuh darah, kepala penuh darah," ucapnya.
Satreskrim Polres Gresik kini sedang mengejar pelaku.
"Kami belum bisa mengungkapkan siapa pelakunya, orang dekat," terangnya.
Barang bukti yang diamankan berupa selimut, sarung bantal, guling, tabung elpiji dan gunting.
"Motif masih didalami barang bukti sudah kami amankan. Dibantu polsek jajaran Driyorejo, kita mau mendatangi korban satu meninggal dunia, satu luka berat sedang dirawat di RSDU Ibnu Sina dalam rangka otopsi," ucapnya.
Sebelum ditemukan tewas di Jombang, Joko sempat menghubungi keluarga dekat mengabari jika motor berada di daerah Bulu dekat Surabaya.
Joko merupakan pribadi yang pendiam tidak banyak bicara. Pun saat nongkrong sama tetangga ia juga tak banyak bicara.
Selain itu, Joko juga terkenal temperamen suka marah-marah. Ia juga kerap cekcok dengan istrinya di dalam rumah. Tak jarang tetangga melihat langsung Joko memukul Triyana.