Breaking News:

Pengakuan Dukun Abal-abal Penganda Uang Asal Magelang Setelah Ditangkap Polisi

Korban kasus pembunuhan berencana oleh dukun pengganda uang dengan tersangka IS (57) warga Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran Magelang

Tribunjogja.com | Nanda Sagita Ginting
Tersangka IS saat digiring petugas polisi saat rilis kasus di Mako Polres Magelang, Jumat (19/11/2021) 

Namun, saat ditemukan korban sudah tergeletak dan tidak bernyawa. "Dari keterangan keluarga korban, memang saat ditemukan di samping jenazah korban, terdapat plastik bening berisi cairan.

Sama, modusnya seperti kejadian pembunuhan sebelumnya,"ucapnya.

Kepada polisi, tersangka IS pun mengakui, memberikan air yang dicampur potas kepada korban.

Namun, saat itu keluarga korban tidak menaruh curiga dan menganggap korban meninggal karena angin duduk.

"Sehingga, keluarga korban tidak melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Hanya membawa korban ke rumah sakit terdekat dan langsung dimakamkan,"ujarnya.

Atas kejadian ini, Polres Magelang pun masih terus mendalami kasus pembunuhan tersebut. Untuk mencari terkait informasi ataupun korban lainnya.

Awal mula kasus terungkap

Kasus ini bermula saat dua korban yang merupakan warga Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, ditemukan tidak bernyawa.

Keduanya tergeletak di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan.

Lokasi persisnya berada di pinggir jalan Desa Sukoyoso, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Rabu (10/11/2021) sekitar pukul 20.30 WIB.

Saat ditemukan, korban Lasman berada di kursi sopir dengan kaca mobil terbuka, sudah tergeletak ke arah kiri.

Kemudian Wasdiyanto tergeletak di luar mobil sebelah kiri depan.

Warga yang menemukan korban selanjutnya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Ditemukan kandungan sianida

Mendapat laporan tersebut, Tim Polsek Kajoran dan Satreskrim Polres Magelang melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasilnya, tim menemukan bungkusan plastik bening berisi sisa cairan yang berbau mencurigakan.

Kedua korban selanjutnya dilakukan autopsi oleh Tim Biddokkes Polda Jateng di RSUD Muntilan. Hasil autopsi dinyatakan kedua korban terdapat tanda mati lemas karena keracunan.

Mengetahui hal itu, Tim berkoordinasi dengan Bidlabfor Polda Jateng untuk menguji temuan plastik bening dalam mobil.

"Tak hanya itu, sampel cairan dalam mulut korban, urine, darah, dan lambung korban dengan hasil bahwa semuanya terdapat kandungan sianida,” ujar Wakil Kepala Polres Magelang, Kompol Aron Sebastian. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved