Breaking News:

Berita Bisnis Terkini

Pedagang Menjerit, Harga Minyak Goreng di Kota Yogya Makin Melejit

Para pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Yogyakarta mengeluhkan harga minyak goreng yang tidak kunjung stabil.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Suasana kios-kios kebutuhan pokok di Pasar Kranggan Yogyakarta, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Para pedagang kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Yogyakarta mengeluhkan harga minyak goreng yang tidak kunjung stabil.

Pasalnya, fenomena itu, membuat omsetnya merosot sangat signifikan. 

Seorang pedagang di Pasar Kranggan Yogyakarta, Heri Yuwono mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir harga minyak goreng di pasaran seakan tidak terkendali.

Bahkan, minyak jenis curah yang jadi buruan masyarakat karena banderolnya yang murah, kini melambung tinggi. 

Baca juga: Stok Kebutuhan Pokok Jelang Akhir Tahun di Kota Yogya Aman, Harga Minyak Goreng Melejit 

"Curah sekarang Rp19 ribu (per kilogram), itu yang saya ambil dari gudang. Sudah lama, ya, kondisinya seperti ini. Hampir setiap hari itu, sempat turun sedikit juga, tapi kemudian naik lagi," katanya, Rabu (24/11/2021). 

Karena harganya yang tidak terjangkau, minat beli dari masyarakat pun otomatis menurun drastis.

Saat ini, setiap harinya, Heri hanya mampu menjual minyak goreng curah antara 10-15 jerigen saja.

Padahal, sebelumnya, ia bisa melepas 45 jerigen ke konsumen setiap harinya. 

"Sudah tentu mengganggu pendapatan kami, karena keuntungannya sedikit. Lebih dari separuh itu turunnya. Sudah terdampak pandemi Covid-19, eh sekarang malah harga minyak naik, makin susah lah," keluhnya. 

Baca juga: Harga Minyak Goreng di DI Yogyakarta Meroket, Disperindag Pastikan Stok Aman

Oleh sebab itu, dirinya pun berharap supaya pemerintah, entah di tingkat daerah, atau pusat, bisa melakukan upaya intervensi, agar harga minyak goreng di pasaran segera stabil.

Pasalnya, dampak dari lonjakan tersebut, sangat mempengaruhi pengusaha-pengusaha kecil. 

"Kita minta turun ya, jualannya susah kalau naik seperti ini. Yang beli tetap ada, tapi berkurang lah. Paling cuma warga sekitar pasar, sama ketering itu, mereka harganya tinggi tetap minta, wong kebutuhan," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved