Breaking News:

Berita Gunungkidul Hari Ini

Kemampuan Perusahaan di Gunungkidul Penuhi Standar UMK Disebut Masih Rendah

Baru separuh perusahaan di Gunungkidul yang menggaji karyawan dengan standar UMK.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gunungkidul untuk tahun 2022 sudah ditetapkan dan mengalami kenaikan signifikan.

Namun, kemampuan perusahaan untuk memenuhi standar tersebut dinilai masih rendah.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Gunungkidul, Budiyono mengklaim baru separuh perusahaan yang menggaji karyawan dengan standar UMK.

"Setidaknya ada sekitar 50 sampai 60 persen perusahaan yang mampu membayar upah sesuai ketentuan," katanya dihubungi pada Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Gunungkidul Alami Kenaikan UMK Tertinggi di DI Yogyakarta, Ini Alasannya

Menurut Budi, baik sisi pekerja dan perusahaan sangat mempengaruhi hal tersebut.

Ia mengakui jika perusahaan yang beroperasi di Gunungkidul bukanlah dalam skala yang besar.

Sedangkan dari sisi pekerja, ia menyebut buruh di Gunungkidul cenderung mudah untuk diajak negosiasi soal upah.

Menurutnya, selama ada kesepakatan antara kedua belah pihak, maka upah rendah tidak jadi masalah.

"Banyak pekerja yang memilih diam meski upahnya di bawah standar UMK," jelas Budi.

Ia pun berharap perusahaan di Gunungkidul bisa memenuhi standar UMK, terutama jika memang mampu secara operasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved