Breaking News:

Berita Kulon Progo Hari Ini

Diguyur Hujan Lebat Senin Kemarin, 19 Titik Longsor dan Rumah Roboh Terjadi di Kulon Progo

Dengan adanya peningkatan intensitas curah hujan akibat fenomena La Nina, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Penanganan material longsor yang menimpa rumah warga di Kapanewon Girimulyo, Selasa (23/11/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Hujan deras yang menguyur Kabupaten Kulon Progo pada Senin (22/11/2021) kemarin menyebabkan bencana di 19 titik lokasi, mulai dari tanah longsor dan rumah roboh. 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Kulon Progo, Edi Wibowo mengatakan belasan titik bencana itu tersebar di tiga Kapanewon.

Di antaranya 14 titik longsor di Girimulyo dan dua titik longsor di Samigaluh.

Serta dua titik di Kalibawang yang menyebabkan tanah longsor dan rumah roboh. 

Dikatakan Edi, bencana tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah mengakibatkan terputusnya akses jalan. 

"Kemarin ada beberapa titik lokasi yang sudah kita lakukan asesmen. Kemudian hari ini kita targetkan selesai dilakukan asesmen. Serta penyaluran bantuan logistik dan peralatan kebutuhan rumah tangga," katanya, Selasa (23/11/2021). 

Baca juga: Rawan Bencana Alam, BPBD Kulon Progo Targetkan 61 Destana

Dengan adanya peningkatan intensitas curah hujan akibat fenomena La Nina, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo, Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan di akhir 2021 nanti, pihaknya menargetkan sudah terbentuk 61 desa tanggap bencana (destana) tersebar di 75 kalurahan yang rawan terjadi bencana alam. 

Puluhan destana tersebut bertugas untuk mengedukasi masyarakat terkait mitigasi bencana. 

Joko juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengupdate informasi cuaca yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

"Apalagi kondisi geografis Kulon Progo yang mayoritas berada di dataran tinggi rawan terjadi bencana tanah longsor," ucap Joko. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved