Breaking News:

Nasional

Buruh Akan Unjuk Rasa dan Mogok Kerja, KSPI Sebut Upah Buruh Indonesia di Bawah Vietnam

KSPI menyatakan upah buruh Indonesia lebih rendah dibandingkan Vietnam. Upah buruh di Indonesia 174 dolar AS per bulan sementara Vietnam 181 dolar AS.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Kompas.com
Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia KSPI 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mempertanyakan pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah terkait upah minimum buruh Indonesia terlalu tinggi. Faktanya, upah buruh Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Vietnam.

"UMP Indonesia di bawah Vietnam, Singapura dan Malaysia. Sedikit lebih tinggi dibanding Kamboja, Myanmar, Laos dan Bangladesh," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, Senin (22/11/2021)

Said menegaskan upah minimum terlalu tinggi yang disampaikan oleh pemerintah tersebut tidak relevan. Sebagai negara dengan populasi besar, Indonesia tertinggal dalam hal pengupahan buruh."Kami tidak mengerti Menaker mengatakan upah di Indonesia terlalu tinggi. Datanya dari mana? Padahal sudah jelas, UMP Indonesia di bawah Vietnam, Singapura, Malaysia," ucap Said.

KSPI menyampaikan data upah buruh di Kamboja sebesar 118 dolar AS per bulan, Laos 121 dolar AS per bulan, Indonesia 174 dolar AS per bulan, Vietnam 181 dolar AS per bulan. "Dibandingkan Thailand kita 1,5 kali lipat bedanya. Upah buruh Thailand 259 dolar AS per bulan," tegasnya.

Said meminta pemerintah lebih memahami lagi komparasi data upah dengan negara lain. Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Dita Indah Sari menuturkan terjadi salah kaprah terkait upah minimum.Ia menjelaskan upah minimum merupakan instrumen upah yang tidak ditujukan kepada semua jenjang pekerja di perusahaan.

"Prinsip yang pertama upah minimum ini untuk anak yang baru masuk kerja dan belum memiliki pengalaman kerja atau fresh graduate," kata Dita.

"Sehingga ini upaya pemerintah agar mereka tidak terjatuh terlalu minim (upahnya) jadi ada batas atas dan batas bawah," ucapnya.

Sementara untuk para pekerja yang telah bekerja di atas satu tahun, Dita menyebut hal itu masuk ke ranah private. Skala pengupahan tersebut berdasarkan produktivitas, pendidikan, dan lamanya seseorang bekerja.

"Upah minimum jangan diserahkan pada anak yang telah bekerja di atas satu tahun. Itu tidak boleh, harus menggunakan struktur skala upah," ujar Dita.

Ia juga menyampaikan bahwa nilai efektivitas tenaga kerja di Indonesia masih berada di urutan ke-13 Asia.Dari sisi jam kerja, Indonesia terlalu banyak hari libur bagi pekerja."Dari segi jam kerja dan jumlah libur kita ini gede, banyak," ujar Dita.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved