Breaking News:

Biaya Logistik Nasional Masih Tinggi, Pemerintah Tempuh Restrukturisasi BUMN Pelabuhan 

Merunut hasil survei yang digulirkan LPI (Logistic Performance Index) pada 2020, Indonesia saat ini menempati posisi ke-46 dalam indeks performa

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Tangkapan layar agenda Kompas Talk: Potret Masa Depan Industri Logistik Indonesia di Era Disrupsi, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Merunut hasil survei yang digulirkan LPI (Logistic Performance Index) pada 2020, Indonesia saat ini menempati posisi ke-46 dalam indeks performa logistik secara global, di tingkat internasional. 

Posisi tersebut, bisa dibilang cukup tertinggal dari negara ASEAN lain. Sebagai contoh, Singapura di posisi ke-7, lalu Thailand posisi ke-32, serta Malaysia posisi ke-41.

Hal itu, disebabkan oleh biaya logistik nasional yang masih cenderung tinggi dibanding negara lain. 

Demi menumbuhkan awarness publik, berkaitan masalah logistik nasional ini, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), dan Harian Kompas, menggelar agenda Kompas Talk, bersama para pemangku kebijakan. Baik Kemenhub, Kemen BUMN, dan Pelindo. 

Baca juga: Pemkot Magelang Buka Seleksi Calon Dewan Pengawas Perumda BPR Magelang 

"Untuk menjemput masa depan Indonesia, kita bersama harus memperbaiki permasalahan tersebut. Kolaborasi antar berbagai pihak, diharapkan dapat memunculkan rekomendasi perbaikan," ujar Ketum Kagama, Ganjar Pranowo, pada Selasa (23/11/2021) sore. 

Bukan tanpa sebab, biaya logistik nasional yang saat ini masih sekira 23 persen dari total produk domestik bruto, tergolong cukup tinggi.

Belum optimalnya operasional, maupun infrastruktur pelabuhan, disebut-sebut jadi penghambat yang harus dapat diatasi. 

"Sekarang kita masih kesulutan kontainer. Saya sebagai Gubernur (Jawa Tengah) ini, kemarin kami coba ekspor ke berbagai negara, baik makanan, atau meubel, ternyata memang tidak mudah," ungkap Ganjar. 

"Kita cari akhirnya agak mahal, UKM tidak terlalu bisa mendapat kemudahan-kemudahan. Kita kan inginnya itu UKM fokus ke produk, saya yang carikan pasar, dan yang menyediakan kontainer, tapi susah cari. Alhamdulillah,  kemarin banyak bantuan," tambahnya. 

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir tak menampik, dewasa ini, industri logistik tanah air tengah menghadapi banyak tekanan, sekaligus tantangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved