Breaking News:

Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Berkomitmen Ciptakan Sanitasi Nyaman, Pemkab Magelang Bekerja Sama dengan USAID

Pemkab Magelang bekerja sama dengan USAID dalam pembangunan sektor air minum dan sanitasi.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso saat menandatangani MoU kerja sama denga USAID dan wilayah Jateng lainnya, Selasa (23/11/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang bekerja sama dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dalam pembangunan sektor air minum dan sanitasi.

Melalui program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS), USAID bekerja sama dengan pemerintah daerah, penyedia layanan air minum dan sanitasi, serta sektor swasta untuk layanan air minum dan sanitasi aman bagi penduduk yang rentan di daerah perkotaan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan, wilayah Kabupaten Magelang sudah bebas buang air besar sembarangan sejak 2020 lalu.

"Saat ini, Kabupaten Magelang sudah terbebas dari buang air besar sembarangan atau 0 persen. Bila dibandingkan dengan 2013 lalu, di mana sekitar 19,17 persen masih ditemui sanitasi tidak layak milik warga," ucapnya saat pembukaan di Balkondes Ngadiharjo, Selasa (23/11/2021).

Baca juga: Pemkab Magelang Luncurkan Klinik Fertilitas Utama Amalia 3 Muntilan

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari adanya dukungan USAID dalam membantu pengembangan lembaga swadaya masyarakat.

Saat ini, sudah ada 4 Desa di Kabupaten Magelang yang berfokus pada pengembangan sanitasi bagi warganya.

"Di Pucungrejo dibuat skema dana bergulir yg dikelola kelompok swadaya maayarakat untuk membantu membangun tempat pembuangan (jamban) bagi warganya. Lalu, Desa Tamanagung menginisiasi lewat arisan jambah, bahkan salah satu warganya mendapatkan penghargaan internasional. Hal serupa pun, berlaku di dua desa lainnya yani Pandean dan Ngablak," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas,Tri Dwi Virgiyanti  menyampaikan, bahwa komitmen kuat Pemerintah Indonesia dan kemitraan dengan USAID akan berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) tahun 2030.

"Kami sangat mengapresiasi kemitraan penting USAID dalam mendukung komitmen besar Pemerintah Indonesia untuk mencapai target SDG 2030. Komitmen ini juga sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yang menargetkan pencapaian 100% akses air minum layak, termasuk 15% air minum aman, dan 90% akses sanitasi layak, termasuk 15% sanitasi aman,"urainya. 

Baca juga: Pemkab Magelang Tunggu Aturan Resmi Terkait Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Contracting Officer, USAID Indonesia, Brian Chang menuturkan, Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID sangat gembira dapat mendukung pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencapai target layanan air dan sanitasi melalui program IUWASH PLUS. 

Ia melanjutkan, kemitraan  telah memberikan akses air bagi lebih dari 169,375 orang, termasuk 80.310 orang dari masyarakat berpenghasilan rendah, dan akses sanitasi aman untuk lebih dari 181.430 orang di tujuh kota dan kabupaten, yaitu Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Wonosobo.

"Kemitraan ini,  telah berhasil mendorong investasi sebesar Rp1.4 trilliun atau 100.55 juta US$ untuk pembangunan sektor air dan sanitasi. USAID gembira menjadi bagian kemitraan untuk meningkatkan kualitas hidup generasi yang akan datang,”tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved