Breaking News:

Feature

Beli Tanah untuk Patuhi Wasiat Simbah, Pemuda Tarubasan Klaten Jadi Miliarder Karena Terimbas Tol

Jumlah miliarder baru di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah setelah menerima uang pembebasan tanah terdampak proyek Tol Yogyakarta-Solo terus bertambah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
BAYAR UGR - Sejumlah tenaga penjualan menawarkan mobil baru kepada Muhammad Nasrun Nur Usman (kanan) seusai mengikuti pembayaran UGR Tol di Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Kamis (18/11/2021). 

Jumlah miliarder baru di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah setelah menerima uang pembebasan tanah terdampak proyek Tol Yogyakarta-Solo terus bertambah. Kali ini seorang pemuda berusia 35 tahun bernama Muhammad Nasrun Nur Usman, menjadi miliarder baru setelah menerima Uang Ganti Rugi (UGR) proyek strategis nasional itu.

WARGA Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu mendapat guyuran uang sebesar Rp1,1 miliar. Uang itu merupakan kompensasi yang ia terima setelah sawah miliknya seluas sekitar 1.400 meter persegi kena terjang tol.

Total lahan persawahan miliknya di desa itu seluas sekitar 2.100 meter persegi. Namun, yang kena terjang proyek Trans Jawa itu seluas 1.400 meter persegi sehingga sawahnya masih tersisa sekitar 700 meter persegi.

Ia menyebut jika UGR yang diterima itu akan digunakan kembali untuk membeli tanah karena wasiat dari simbah.

"Tanah ini kan punya keluarga, saya cuma mewakili saja mengambil UGR ini," kata dia di sela-sela pembayaran UGR di desa itu, Kamis (18/11/2021).

Seusai merampungkan pembukaan buku rekening pada tahapan pencairan UGR tersebut, pemuda berkaca mata itu langsung didatangi oleh tenaga penjualan diler mobil untuk menawarkan kendaraan terbaru.

Namun ia enggan untuk membeli mobil karena lebih mengutamakan pesan dari simbah.

"Tadi ditawari sales beli mobil tapi kurang tertarik karena mobil sudah punya, ini sisanya untuk usaha keluarga," ucapnya.

Tahap pertama

Sementara itu, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Christian Nugroho, mengatakan jika di Desa Tarubasan terdapat 93 bidang tanah yang dibayarkan UGR tahap pertama. "Nilai UGR-nya Rp69 miliar," ujarnya.

Menurut Christian, di Desa Tarubasan sebagian besar tanah yang terdampak tol merupakan lahan persawahan. Untuk warga yang paling besar menerima UGR yakni senilai Rp1,7 miliar dan paling rendah Rp40 juta. (Almurfi Syofyan)

Baca Tribun Jogja edisi Selasa 23 November 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved