Breaking News:

Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Rawan Benturan Antar Komponen Bangsa, MPR RI Ingatkan Pentingnya Nilai Pancasila 

Kondisi politik dalam negeri yang seringkali memicu benturan antar anak bangsa, memunculkan keprihatinan dari kalangan MPR RI.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Anggota MPR RI, Cholid Mahmud dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Bernegara di Ngawen, Gunungkidul, Minggu (21/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kondisi politik dalam negeri yang seringkali memicu benturan antar anak bangsa, memunculkan keprihatinan dari kalangan MPR RI.

Pasalnya, jikalau dibiarkan, fenomena ini terancam memecah belah kesatuan Indonesia. 

Anggota MPR RI, Cholid Mahmud, mengatakan, kehidupan  berbangsa dan bernegara dewasa ini, mengantarkan bangsa Indonesia pada situasi dan kondisi yang cenderung dinamis, entah secara nasional, maupun internasional. 

Secara nasional, proses politik dan kepentingan politik sering membawa kepada friksi yang tajam antar komponen bangsa.

Baca juga: MPR RI Dorong Hizbul Wathan Jadi Benteng Pancasila 

Friksi ini, lanjutnya, seringkali sulit diredam.

Sehinggga, menjadikan suasana sosial politik yang tegang. 

"Ketegangan itu sampai terekspresikan, lewat media sosial, atau diskusi-diskusi, baik formal, atau di tingkat angkringan," ujarnya, dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Bernegara di Ngawen, Gunungkidul, Minggu (21/11/2021). 

Di samping itu, Cholid mengatakan, orientasi ekonomi kini juga menimbulkan suasana kurang nyaman di tengah-tengah masyarakat.

Sebab, ia menilai, pemerintah lebih memihak pada pemodal kuat, untuk investasi strategis.

Baca juga: Komisi A DPRD DIY Dorong Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Pembangunan Daerah

"Suasana, lalu orientasi sosial politik, dan sosilogis ini, kalau dibiarkan nantinya mengarah pada pembelahan sosial, atau bahkan mengarah ke perpecahan," ujar Cholid. 

Menurutnya, disinilah peran dari MPR RI, untuk senantiasa mengingatkan, supaya kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat, selalu dalam koridor nilai Pancasila.

Ia tak menampik, hal tersebut, kini mulai diabaikan. 

"Pancasila sebagai filsafat menjadi pondasi yang menyangga bangunan negara agar kokoh, dan merekat segala perbedaan menjadi satu kesatuan," pungkasnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved