Breaking News:

Inspiring Beauty

Mantap Tekuni Dunia Seni Tari, Imas Ingin Miliki Sanggar Sendiri

"Aku sadar masih butuh banyak ilmu untuk mendirikan sanggar tari di kampung halamanku. Aku saat ini banyak belajar soal manajemen pertunjukan"

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/Bayu Rusbiyanto
Imas Aulia Rahma 

Ingin memiliki sanggar tari sendiri, itulah motivasi terkuat dara bernama lengkap Imas Aulia Rahma ini. Imas begitu sapaan akrabnya, kini masih tinggal di Yogya setelah menyelesaikan kuliah S1-nya di jurusan Seni Tari ISI Yogyakarta.

IMAS sibuk menimba ilmu untuk memperdalam pengetahuannya di bidang seni tari dan pertunjukan. Pengalaman tersebut akan ia jadikan modal merintis sanggar tari di kampung halamannya di Jambi.

Aktivitas terbarunya adalah terlibat beberapa proyek kesenian di luar seni tari. Imas menyadari, pengalaman lintas disiplin ilmu menjadi hal mutlak untuk mewujudkan mimpinya memiliki sanggar tari sendiri.

Bagi Imas, hidup sepenuhnya di dunia seni tari tak hanya soal berkarya saja, namun juga harus memahami apa saja yang menjadi faktor pendukung, sehingga pengetahuan seni tari bisa mendapatkan kesempatan lebih luas untuk berkembang.

"Aku sadar masih butuh banyak ilmu untuk mendirikan sanggar tari di kampung halamanku. Aku saat ini banyak belajar soal manajemen pertunjukan apa pun, hingga pengelolaan sanggar. Manajemen ini penting agar nantinya sanggar bisa berkembang menjadi sebuah media berkesenian yang baik dan bermanfaat," ungkap Imas.

Soal karya, Imas menjadikan karya untuk tugas akhir kuliahnya sebagai masterpiece. Karya berjudul Ibo Ati setidaknya sudah menjadi bukti bagi Imas bahwa ia sudah berusaha jujur dalam berkarya.

Ibo Ati terinspirasi dari secuil kisah Imas ketika masih kecil, bagaimana pola asuh orang tuanya sangat berpengaruh terhadap kehidupannya saat ini. Imas pun melibatkan sang ibu dalam riset karyanya tersebut. Dia semakin memahami, bahwa semua perlakuan orang tua kepadanya saat masih kecil semata-mata adalah bentuk kepedulian yang didasari rasa cinta dan kasih sayang kepada anak.

"Waktu itu aku masih bertanya tanya mengapa dulu pernah dikurung di kamar mandi. Namanya anak kecil, aku nakal tapi enggak sadar. Ternyata bukan marah, tapi memang cara mendidik masing-masing orang tua berbeda, inilah yang menjadi ide dari Ibo Ati," ungkap Imas.

Senang Tualang
Menjadi perantauan di Yogyakarta, bagi Imas, rugi jika tak melancong ke berbagai destinasi wisata alamnya. Selama ini Imas tak pernah melewatkan tempat tempat yang menyajikan lanskap alam yang indah di Kota Gudeg ini.

Imas menyempatkan berkunjung ke pantai, gunung, dan berbagai tempat menikmati kuliner tersembunyi yang menarik untuk diicipi. "Aku tak hanya piknik, tapi juga menyerap energi positif untuk bikin karya. Aktivitas outdoor (luar ruang) itu bisa memberikan semangat kembali untuk bekerja," tutur Imas.

Belakangan ini dia kerap menghabiskan waktu dengan berwisata kuliner. Sembari mencicipi beragam masakan dan suasana sebuah tempat makan, Imas mengumpulkan ide ide untuk karya selanjutnya. "Apa pun bisa menjadi sumber inspirasi, termasuk makanan. Cita rasa dan cara penyajian sebuah makanan termasuk dalam seni," ungkap Imas. (yud)

Biografi

Nama Lengkap : Imas Aulia Rahma
Tempat Tanggal Lahir : Sarolangun Jambi, 17 Oktober 1997
Profesi : Koreofrafer 
Pendidikan : ISI Yogyakarta, Jurusan Seni Tari
Hobi : travel, foto, nonton

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved