Breaking News:

Kisah Inspiratif

Jaga Keselarasan Ekosistem, Pasutri Asal Magelang Ciptakan Wadah Edukasi dan Konservasi Kupu-Kupu

Minimnya kepedulian terhadap keberlangsungan hidup kupu-kupu menginiasi lahirnya Borobudur Butterfly Edu.

Di antaranya kupu-kupu Jeruk (Papilio demoleus), kupu-kupu gajah, hingga kupu-kupu pastur (Papilio memnon).

Adapun, tempat penangkaran kupu-kupu dibuatnya sendiri, di bagian belakang pekarangan rumah yang ditutupi dengan jaring-jaring. 

Luasnya sekitar 12 x 15 meter yang ditanami berbagai jenis tumbuhan sebagai penyedia nektar bagi kupu-kupu dewasa dan makanan bagi ulat ataupun larvanya.

Sedangkan, dalam sehari setidaknya ada 10  telur kupu-kupu yang menetas.

Ia menjelaskan kupu-kupu memiliki fase hidup dari telur, kepompong kemudian menjadi kupu-kupu.

Kupu-kupu akan meletakkan telurnya secara periodik sampai telurnya habis.

Kemudian telurnya akan menetas dalam 3-5 hari, tergantung spesiesnya. 

Sementara itu, pada fase ulat membutuhkan waktu antara 1 – 1,5 bulan.

Sedangkan fase pupa atau kepompong durasinya antara 1-2 minggu, lama fase ini juga tergantung pada spesies kupu-kupunya.

Baca juga: Abrasi Kian Parah, Pengelola Minta Tempat Konservasi Penyu di Pantai Trisik Kulon Progo Direlokasi

"Paling rawan itu, ketika fase telur. Karena, adanya predator seperti semut," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved