Breaking News:

Feature

Frau Mengenang Masa Lalu, Menikmati dari Dekat Gelaran Ngayogjazz 2021

Iring-iringan penari jatilan edan-edanan disusul Bregada Kyai Rancang mulai beraksi, memasuki area Panggung Bregas di Desa Wisata Karang Tanjung.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUN JOGJA/CHRISTI MAHATMA W
PENAMPIL - Frau tampil di Panggung Saras pada Ngayogjazz 2021 di Desa Wisata Karang Tanjung, Pandowoharjo, Sleman, Sabtu (20/11/2021). 

Iring-iringan penari jatilan edan-edanan disusul Bregada Kyai Rancang mulai beraksi, memasuki area Panggung Bregas di Desa Wisata Karang Tanjung, Pandowoharjo, Sleman. Panggung Bregas merupakan salah satu panggung dalam gelaran Ngayogjazz 2021. Selain Panggung Bregas, ada dua panggung lainnya yang letaknya tak begitu jauh, yaitu Panggung Saras dan Panggung Waras.

SETELAH dibuka dengan tarian, penampilan selanjutnya adalah Noto dan Swingayogya. Band swing yang digawangi KPH Notonegoro, suami dari GKR Hayu, putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Band yang sebagian besar berisi para abdi dalem tersebut kemudian mulai memainkan alat musiknya. KPH Notonegoro kemudian melantunkan tembang pembuka, Sepasang Mata Bola. Pada kesempatan tersebut, Noto dan Swingayogya membawakan beberapa lagu. Salah satu lagu yang berkesan untuk KPH Notonegoro adalah Juwita.

"Ini adalah lagu yang berkesan untuk saya. Karena lagu ini waktu saya mbribik (mendekati) istri saya, GKR Hayu. Lagu itu adalah Juwita," katanya, Sabtu (20/11/2021).

Penampilannya tidak hanya menghibur penonton, tetapi juga mengapresiasi gelaran musik Ngayogjazz 2021. Menurut dia, pandemi tidak jadi hambatan untuk berkreasi untuk menampilkan karya-karya terbaik. "Sepanjang kita menerapkan protokol kesehatan," tutur Notonegoro.

Pada saat bersamaan, Frau melepas rindu penggemarnya di Panggung Saras. Mengawali penampilannya, perempuan bernama lengkap Leilani Hermiasih tersebut memainkan piano secara spontan. Ia tidak menyanyi.

"Ada ide nggak judulnya apa? "tanyanya pada penonton. "Ngayogjazz ini menjadi space (ruang) untuk menciptakan suatu hal yang baru," sambung alumni Antropologi UGM Yogyakarta ini.

Pada Ngayogjazz 2021 tersebut, ia mengenang masa-masa kuliah kerja nyata (KKN). Dari situlah lahir sebuah lagu berjudul Layang-Layang.

"Lagu Layang-Layang ini saya ciptakan saat KKN. Waktu KKN ada kegiatan Agustusan, namanya senggetan. Jadi harus memutus (mengradu) layang-layang lawannya biar menang," kenangnya.

Setelah lagu Layang-Layang, Frau mengajak penonton menyanyikan lagu Sepasang Kekasih Yang Bercinta di Luar Angkasa. Ia pun mengapresiasi panitia yang telah bekerja keras, sehingga Ngayogjazz 2021 berjalan dengan baik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved