Kuliner Jogja
Bikin Sehat Alami Selama Pandemi, Berikut 4 Rekomendasi Kedai Jamu di Jogja
Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang, daun-daunan, kulit batang, dan buah yang banyak mengandung khasiat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal.
Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang, daun-daunan, kulit batang, dan buah.
Jamu juga mengandung khasiat yang luar biasa untuk tubuh tanpa kita ketahui.
Oleh karenanya jamu baik dikonsumsi setia harinya sesuai dengan takaran penyajian jamu tersebut.
Sebab jamu tidak mengandung bahan kimia yang mengandung ketergantungan.
Jamu sepenuhnya terbuat dari bahan herbal alias hanya berasal dari alam.
Maka dari itu jamu tidak memiliki efek samping kapada penggunanya.
Berikut 5 rekomendasi kedai jamu di Jogja yang bisa Anda kunjungi:
1. Jamu Gendong Pasar Beringharjo
Pasar Beringharjo adalah pasar tertua dengan nilai historis dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dengan Kraton Yogyakarta.
Beringharjo memiliki makna harafiah hutan pohon beringin yang diharapkan memberikan kesejahteraan bagi warga Yogyakarta.
Letak pasar beringharjo berada di Pasar Beringharjo timur Lt. 3, dekat parkiran, Jl. Margo Mulyo No.16, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Apabila Anda sudah terbiasa datang ke pasar ini, pasti Anda sering melihat penjual jamu gendong yang seri wira-wiri di pasar ini.
Jenis jamu yang di jual bermacam-macam, mulai dari beras kencur, kunir asem, paitan, sirih, daun pepaya, pace hingga pegal linu.
2. Jamu Deplok Pasar Kranggan
Pasar Kranggan terletak di Jalan Poncowinatan, Gowongan, Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jamu yang terkenal disini adalah Jamu Deplok yang diracik oleh dua kakak beradik, Hari Wahyudi dan Nugi Nugroho.
Varian jamu yang dijual di sini ialah acikan jamu mereka seperti jamu kunir asem, uyup-uyup, beras kencur, sehat pria, pegal linu, maupun pelancar haid yang rupanya resep warisan dari nenek mereka.
3. Jamu Cekok Kerkop
Berlokasi di Jalan Brigjen Katamso No.124, Keparakan, Kec. Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Buka setiap hari, mulai pukul 07.00-18.00.
Namun ada jeda cukup lama di siang tengah hari.
Mengapa disebut dengan jamu kerkop?
Disebut jamu cekok kerkop lantaran setiap pagi hari di kawasan ini telah berderet ibu-ibu yang menggendong anaknya untuk diberikan jamu.
Namun banyak anak yang takut dan tak kuat dengan rasa pahitnya.
4. Kedai Jamu Ginggang
Berlokasi di Jalan Masjid No.32 RT 034/RW09, Kauman, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Buka setiap hari, mulai pukul 09.00-20.00.
terdapat beragam varian jenis jamu yang terdapat di kedai ini.
Seperti jamu galian singset, cabe puyang, beras kencur, kunir asem, galian putri, sawan tahun, ngeres linu, sehat pria, watukan, telat bulan atau galian sawanan.
(MG-Ardila Maharany Yunisa).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jamu-godhog_20160720_132523.jpg)